Sulteng Kembangkan Aplikasi Satu Harga, TPID Bisa Deteksi Inflasi Lebih Cepat

Sulteng Kembangkan Aplikasi Satu Harga, TPID Bisa Deteksi Inflasi Lebih Cepat

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido (Tengah).-Foto: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng-

Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengembangkan platform digital Satu Harga sebagai upaya memperkuat pengendalian inflasi melalui pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok secara cepat, akurat, dan terintegrasi.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido mengatakan, aplikasi tersebut merupakan implementasi Program Berani Murah yang dirancang untuk menjaga keseragaman harga sekaligus memastikan stabilitas pasokan kebutuhan pokok di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Menurutnya, aplikasi Satu Harga akan dibekali fitur Early Warning System (EWS) yang memungkinkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mendeteksi lebih dini potensi kenaikan inflasi akibat fluktuasi harga komoditas strategis.

"Melalui aplikasi ini kita ingin memastikan informasi harga dan ketersediaan stok dapat dipantau secara real time, sehingga langkah intervensi dapat dilakukan lebih cepat. Supaya teman-teman TPID bisa lebih cepat bertindak," kata Reny saat rapat koordinasi TPID di Palu, dilansir Antara, Jumat (10/7/2026).

Selain penguatan sistem pemantauan, Reny juga mendorong TPID tingkat provinsi maupun kabupaten/kota meningkatkan produksi komoditas yang kerap memicu inflasi, khususnya cabai.

Ia menginstruksikan pembagian bibit cabai kepada masyarakat agar lahan pekarangan dimanfaatkan sebagai area tanam produktif guna memperkuat pasokan di tingkat lokal.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berkontribusi menjaga stabilitas harga karena ketersediaan pasokan menjadi lebih terjamin.

Reny juga meminta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah terus diperluas karena dinilai efektif menjaga daya beli masyarakat ketika harga bahan pokok mengalami kenaikan.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya memperkuat kerja sama antardaerah untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar. Sebagai salah satu sentra produksi beras di Pulau Sulawesi, menurutnya kebutuhan masyarakat di dalam daerah harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum hasil produksi dipasarkan ke wilayah lain.

"Dahulukan dulu kebutuhan lokal kita terpenuhi baru dikirim ke daerah lain," katanya.

Ia berharap pengembangan aplikasi Satu Harga dan berbagai langkah pengendalian yang dilakukan pemerintah dapat menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Sumber: