Alasan Balik Eksisnya Angkot di Jaman Aplikasi Hijau
JakLingko salah satu angkutan umum di ibukota--
Sulteng,disway.id - Lifestyle Kata Angkot sudah tidak asing lagi ditelinga kita, terutama kaum Millenial. Angkot yang berpanjangkan "Angkutan Kota' menjadi saksi bagaimana masyarakat Indonesia dulu berpergian dari satu titik ke titik yang lain.
Kata "kiri bang" menjadi andalan setiap penumpang yang hendak turun dan menjadi pertanda bahwa mereka sudah tiba di tempat tujuan.
Dibawah teriknya kota Jakarta, suara mesin angkot masih terdengar dibeberapa titik. Walau sekarang ketenarannya sudah tersingkir oleh aplikasi hijau, tapi hal tersebut tidak membuat angkot mati ditelan jaman.
Walau sudah jarang diminati, angkot masih bisa bertahan karrna beberapa aspek. Salah satu alasan utamanya adalah tarif yang murah dan stabil anti lonjakan. Namun, tidak menutup fakta juga bahwa adanya angkot dijaman ini ada tantangan yang dihadapi oleh pemilik angkot
Tantangan yang harus dihadapi setiap supir angkot antara lain:
1. Kalah Saing dengan Transportasi Online
Hal ini didukung bagaimana kita menggunakannya. Kita tidak tahu kapan angkot itu datang dan tak terprediksi, sedangkan online ( bisa dan bahkan bisa sampai didepan rumah kita sendiri.
2. Budaya Ngetem yang Membuang Waktu Penumpang
Angkot akan mulai jalan ketika didalam angkot itu sudah terisi penuh dengan penumpang. Banyak dari konsumen yang menganggap itu buang2 waktu walau menurut supir angkot, itu harua dilakukan guna menutup biaya bensing yang membeludak.
3. Ketertiban Jalanan
Pengguna jalan yang lain menganggap adanya angkot menjadi alasan utama dibalik riweuhnya jalanan kota.
Sumber: