Inflasi Palu Tetap Terkendali, Pemkot Perkuat Program Ketahanan Pangan

Inflasi Palu Tetap Terkendali, Pemkot Perkuat Program Ketahanan Pangan

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin.-Foto: Humas Pemkot Palu-

Palu, Disway.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, terus memperkuat langkah pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi masyarakat. Upaya tersebut dibahas dalam rapat evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang menitikberatkan pada efektivitas program pengendalian inflasi serta kesiapan strategi menghadapi potensi gejolak harga pangan.

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus menjalankan program sesuai perencanaan dan jadwal yang telah ditetapkan agar hasilnya dapat dirasakan secara optimal.

“Ini harus benar-benar dilaksanakan sesuai dengan time line waktunya dan harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaannya. Sehingga program kita dalam menekan inflasi ini sesuai dan terstruktur,” katanya dilansir Antara, Kamis (16/7/2026).

Menurut Imelda, keberhasilan pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama lintas instansi. Karena itu, setiap OPD diminta melaksanakan rencana aksi tepat waktu sekaligus menyampaikan laporan pelaksanaan secara berkala agar program dapat dipantau dan dievaluasi.

Selain mengevaluasi perkembangan inflasi, rapat TPID juga membahas implementasi Program Palu Mapan (Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan) yang menjadi salah satu strategi Pemkot dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Program tersebut mendorong peningkatan produksi komoditas pangan lokal seperti cabai, bawang merah, tomat, dan berbagai tanaman hortikultura. Di sisi lain, masyarakat juga didorong memanfaatkan lahan pekarangan melalui konsep urban farming dan budidaya hidroponik.

Sebagai bagian dari program tersebut, sebanyak 46 kelurahan di Kota Palu dibagi ke dalam lima kelompok komoditas unggulan melalui skema Kelurahan Tematik Palu Mapan, sehingga setiap wilayah memiliki fokus pengembangan tanaman tertentu sesuai potensi masing-masing.

Imelda mengatakan evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai target dan mampu memberikan dampak nyata terhadap stabilitas harga maupun pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year on year/yoy) Kota Palu pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,46 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,71. Sementara inflasi bulanan (month to month/mtm) mencapai 0,79 persen.

Meski mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya, laju inflasi tersebut masih berada dalam kategori terkendali.

Hasil evaluasi TPID akan menjadi dasar penyusunan langkah pengendalian inflasi pada Juli 2026, terutama dalam menjaga stabilitas harga komoditas strategis seperti cabai, tomat, dan bawang yang selama ini menjadi penyumbang utama fluktuasi harga.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Palu akan terus mengoptimalkan berbagai program stabilisasi harga, di antaranya Pasar Keliling (Gadenolumako) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) agar masyarakat tetap memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat kerja sama dengan daerah lain guna memastikan distribusi dan pasokan pangan tetap lancar sehingga ketersediaan komoditas di pasar dapat terjaga.

“Pemerintah Kota Palu juga akan memperkuat kerja sama antardaerah guna memastikan kelancaran distribusi dan pasokan komoditas pangan ke pasar,” ujarnya.

Sumber: