Kolaborasi Lintas Instansi di Sulteng Berhasil Kumpulkan 75 Kantong Darah

Kolaborasi Lintas Instansi di Sulteng Berhasil Kumpulkan 75 Kantong Darah

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Herman Mulawarman dan Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy.-Foto: Ditjenpas.go.id-

Palu, Disway.id - Bakti Sosial Donor Darah yang diinisiasi oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah berhasil mengumpulkan sebanyak 75 kantong darah di Aula Kanwil Ditjenpas Sulteng, Senin (10/8/2026). Aksi kemanusiaan ini diikuti oleh 108 pendaftar yang terdiri atas jajaran Pemasyarakatan, Imigrasi, Kementerian Hukum, hingga Kementerian Hak Asasi Manusia.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Kanwil Ditjenpas Sulteng, Kanwil Ditjen Imigrasi Sulteng, Kanwil Kemenkum Sulteng, Kanwil Kemenham Sulteng, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Sulteng. Selain sebagai agenda kemanusiaan, aksi sosial ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Pengayoman ke-81 Tahun 2026.

Peserta yang memadati lokasi berasal dari pegawai Kanwil Ditjenpas Sulteng beserta UPT Pemasyarakatan wilayah Palu, Sigi, dan Donggala, jajaran UPT Imigrasi Palu, hingga Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Ditjenpas Sulteng, Karlina Herman, beserta anggotanya.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Herman Mulawarman, menyampaikan bahwa kegiatan pendonoran darah merupakan sarana untuk mengejawantahkan nilai-nilai kemerdekaan ke dalam aksi sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh publik.

“Semangat kemerdekaan tidak hanya kita rayakan melalui upacara dan seremoni. Semangat itu harus diwujudkan melalui aksi nyata, salah satunya dengan berbagi dan memberikan manfaat kepada sesama. Sebanyak 108 pegawai ikut berpartisipasi dan 75 kantong darah berhasil dikumpulkan. Semoga kontribusi ini dapat membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Herman dikutip dari lama resmi Ditjenpas, Selasa (11/8/2026).

Seluruh kantong darah yang terhimpun langsung diserahkan kepada pihak PMI Sulteng guna menjaga ketahanan stok darah bagi pasien yang membutuhkan di Kota Palu dan sekitarnya.

Herman menambahkan, kekompakan antarinstansi ini membuktikan bahwa sinergi antarlembaga sangat efektif jika diarahkan pada agenda-agenda sosial.

“Kami ingin semangat kebersamaan ini terus terjaga. Ketika seluruh unsur bergerak bersama untuk tujuan kemanusiaan, manfaatnya akan dirasakan lebih luas. Kolaborasi seperti ini perlu terus dijaga, tidak hanya dalam momentum peringatan hari besar, tetapi juga dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Apresiasi senada diutarakan Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy. Ia menyambut positif hadirnya empat instansi pemerintah dalam satu wadah aksi kemanusiaan untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 RI dan Hari Pengayoman ke-81.

“Semangat kemerdekaan dan Hari Pengayoman harus diwujudkan melalui kehadiran dan manfaat nyata bagi masyarakat. Donor darah ini merupakan bentuk sederhana, tetapi memiliki arti besar karena setiap kantong darah yang terkumpul dapat membantu menyelamatkan kehidupan,” kata Rakhmat.

Koordinator Donor Darah PMI Sulteng, Suharno, turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan stok darah dari jajaran instansi tersebut yang dinilainya sangat krusial bagi ketersediaan medis di daerah.

“Kegiatan seperti ini sangat berdampak dan bermanfaat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kanwil Ditjenpas Sulteng atas kerja sama yang telah terjalin selama ini. Kami berharap hal baik seperti ini dapat terus berlanjut untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat,” ungkap Suharno.

Bagi peserta yang terlibat, agenda ini memberikan kesan mendalam. Salah seorang pegawai Kanwil Kemenkum Sulteng, Ansari Maulana, merasa bersyukur karena kegiatan ini bertepatan dengan momen donor darahnya yang ke-20.

“Alhamdulillah, sampai saat ini donor darah saya sudah mencapai 20 kali. Hari ini terasa sangat spesial karena dilakukan dalam bentuk kolaborasi antara Kanwil Ditjenpas, Ditjen Imigrasi, Kemenkum, dan Kemenham Sulawesi Tengah. Selain memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi perekat persaudaraan dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Pengayoman Ke-81,” ungkap Ansari.

Sumber: