Anwar Hafid: Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan bagi Keluarga Miskin

Anwar Hafid: Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan bagi Keluarga Miskin

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.-Foto: Pemprov Sulteng-

Palu, Disway.id - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menilai program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas pemerintah pusat menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di daerah.

"Pendidikan harus dinikmati semua anak bangsa, makan kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah membuka akses pendidikan seluas-luasnya kepada masyarakat," katanya di Palu, dilansir Antara, Jumat (14/8/2026).

Anwar menjelaskan, saat ini terdapat tiga rintisan Sekolah Rakyat di Sulteng. Ketiganya yakni SR Menengah Pertama (SRMP) 22 di Kabupaten Sigi yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Sosial, SR Terintegrasi 20 Tadulako Nambaso yang diinisiasi Pemprov Sulteng, serta SR Terintegrasi 60 di Kabupaten Tojo Una-Una yang dikelola pemerintah daerah setempat.

Untuk SR 20 Tadulako Nambaso, kegiatan belajar mengajar telah berlangsung hampir satu tahun. Program tersebut mulai berjalan sejak 15 Agustus 2025.

Menurut Anwar, pembelajaran di Sekolah Rakyat mengedepankan pendekatan pendidikan holistik, berkelanjutan, sekaligus memperkuat karakter peserta didik. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 melalui proses seleksi pemerintah.

"Metode pembelajaran berbasis pendidikan holistik, berkelanjutan dan penguatan karakter. masyarakat berhak mengenyam pendidikan di sekolah itu yakni anak-anak berasal dari keluarga miskin kategori Desil 1 dan Desil 2, melalui tahapan seleksi oleh pemerintah," ujarnya.

Selain tiga rintisan tersebut, sejumlah daerah lain di Sulteng yang telah dinyatakan lolos verifikasi nasional kini masih menjalani tahapan administrasi.

Pada 2026, pembangunan Sekolah Rakyat dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Buol. Sigi menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus karena telah memiliki rintisan SRMP.

Di Sigi, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat direncanakan dimulai pada Oktober 2026. Lokasinya berada di Desa Pombewe, Kecamatan Biromaru, dengan kapasitas yang diproyeksikan mampu menampung ribuan siswa dari keluarga prasejahtera.

Sementara itu, Kabupaten Buol telah dinyatakan lolos verifikasi administrasi oleh Kementerian Sosial. Status serupa juga diperoleh Kabupaten Parigi Moutong dan Tojo Una-Una.

"Saat ini sekretaris daerah (sekda) kabupaten-kabupaten yang mendapat alokasi SR sedang bertemu dengan Menteri Sosial membahas finalisasi SR," kata Anwar.

Sumber: