Pemprov Sulteng Paparkan Capaian Program BERANI

Pemprov Sulteng Paparkan Capaian Program BERANI

Wagub Sulteng Reny A Lamadjido.-Foto: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng-

Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) memaparkan perkembangan pelaksanaan Program BERANI yang telah berjalan sejak Januari 2025 dalam konferensi pers di Kantor Bappeda Sulawesi Tengah. Program unggulan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr Reny A Lamadjido ini disebut mulai menunjukkan hasil di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Sulawesi Tengah dibuka Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido serta dihadiri kepala perangkat daerah dan insan pers. Reny menegaskan Program BERANI merupakan kebijakan yang dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, bukan sekadar slogan pemerintahan.

“Media merupakan mitra strategis pemerintah. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan agar pelaksanaan Program BERANI terus berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Reny dikutip dari laman Resmi Pemprov Sulteng, Kamis (9/7/2026).

Di bidang pendidikan, Program BERANI Cerdas menjadi sektor dengan alokasi anggaran terbesar. Pada 2026, pemerintah menganggarkan sekitar Rp351 miliar untuk mendukung berbagai program, mulai dari Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), beasiswa mahasiswa, subsidi pendidikan, bantuan seragam, peningkatan kompetensi guru, digitalisasi sekolah, hingga revitalisasi satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Firmanza mengatakan investasi di sektor pendidikan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi angka kemiskinan.

“Anggaran Rp351 miliar ini merupakan komitmen Bapak Gubernur dalam membangun fondasi peradaban Sulawesi Tengah melalui pendidikan. Pendidikan adalah kunci untuk mengentaskan kebodohan dan kemiskinan,” katanya.

Sementara itu, melalui Program BERANI Sehat, pemerintah terus memperluas akses layanan kesehatan dengan membiayai kepesertaan BPJS Kesehatan, memberikan bantuan bagi masyarakat kurang mampu, serta menyediakan layanan non-JKN untuk kasus-kasus yang belum ditanggung BPJS. Hingga Juni 2026, realisasi anggaran program tersebut telah mencapai sekitar Rp52,4 miliar.

Pada sektor infrastruktur, Program BERANI Lancar difokuskan pada peningkatan konektivitas antardaerah melalui penanganan 57 ruas jalan, pembangunan 10 jembatan, serta pelaksanaan proyek kontrak tahun jamak. Pemerintah juga mendukung pembangunan jalan desa sebagai bagian dari target pembangunan 1.000 kilometer jalan desa.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah Faidul Keteng mengatakan pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembangunan jalan dan jembatan bukan hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, sekaligus mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru,” ujarnya.

Melalui pemaparan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan pembangunan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program BERANI Cerdas diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, BERANI Sehat memperluas perlindungan kesehatan, sedangkan BERANI Lancar menjadi fondasi dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sumber: