Sulteng Data Ulang Fasyankes, Siapkan Revitalisasi Puskesmas dan Rumah Sakit

Sulteng Data Ulang Fasyankes, Siapkan Revitalisasi Puskesmas dan Rumah Sakit

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng Syahriar.-Foto: IG-

Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mulai melakukan pendataan menyeluruh terhadap fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) sebagai persiapan mendukung program revitalisasi puskesmas dan rumah sakit yang digagas pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng Syahriar mengatakan pendataan mencakup seluruh fasilitas kesehatan tingkat primer maupun sekunder. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemerintah memiliki gambaran terbaru mengenai kondisi sarana, prasarana, serta alat kesehatan di setiap daerah.

“Revitalisasi puskesmas dan rumah sakit itu sebagai janji Pak Presiden, itu nanti step by step (bertahap). Kami mencoba untuk mendata dulu seluruh fasyankes yang ada, baik primer maupun sekunder, atau puskesmas maupun rumah sakit,” kata Syahriar dilansir dari Antara, Rabu (26/8/2026).

Selain pendataan lapangan, Pemprov Sulteng juga mendorong pembaruan informasi melalui ASPAK (Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan). Data tersebut nantinya dapat dipantau oleh Kementerian Kesehatan untuk mengetahui kondisi fasilitas kesehatan secara lebih akurat.

Syahriar menilai pembaruan data menjadi hal penting karena informasi yang tidak diperbarui berpotensi menunjukkan kondisi fasyankes yang berbeda dengan keadaan sebenarnya.

“Kalau dia tidak meng-update-nya, kelihatan data semua bagus, itu memang susah untuk kita perbaiki,” ujarnya.

Untuk memastikan proses tersebut berjalan, Dinas Kesehatan Sulteng telah berkoordinasi dengan pimpinan daerah serta kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Mereka diminta memastikan seluruh informasi mengenai fasyankes disesuaikan dengan kondisi faktual di lapangan.

Pembaruan data juga dilakukan untuk mendukung pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis melalui aplikasi SMILE (System for Management of Logistics and Inventory Electronic). Syahriar menemukan masih adanya data yang menunjukkan persediaan logistik kesehatan cukup untuk enam hingga delapan bulan, padahal stok sebenarnya di lapangan tidak sebanyak yang tercatat.

“Kelihatan bahwa kita masih punya buffer stock sekitar enam sampai delapan bulan, padahal kondisi faktualnya itu kita enggak punya,” katanya.

Karena itu, tenaga kesehatan, terutama di tingkat puskesmas, diminta rutin memperbarui data setiap bulan. Dengan demikian, informasi dalam sistem dapat mencerminkan kondisi sebenarnya dan memudahkan Kementerian Kesehatan melakukan pemantauan.

“Olehnya itu kami mengedukasi agar setiap bulannya di-update data itu, berikan gambaran kondisi fakta saat itu agar betul-betul nanti termonitor oleh pihak Kementerian,” ujar Syahriar.

Data yang telah diperbarui nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam menganalisis kebutuhan sekaligus menentukan fasyankes yang menjadi prioritas revitalisasi.

Di Sulawesi Tengah sendiri terdapat sekitar 240 puskesmas yang tersebar di 13 kabupaten/kota. Pendataan juga menyasar rumah sakit, termasuk fasilitas yang masih menghadapi keterbatasan peralatan.

Syahriar mengatakan pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan kapasitas rumah sakit pratama yang masih terbatas. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengembangkan rumah sakit tersebut menjadi rumah sakit tipe D.

Sumber: