Prabowo Janji Bebaskan Rakyat dari Rentenir, Strategi Ini Disiapkan!
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).-Foto: BPMI Sekretariat Presiden-
Jakarta, Disway.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi bangsa dengan fokus utama meningkatkan kesejahteraan dan mengangkat masyarakat Indonesia keluar dari kemiskinan. Ia optimistis hal ini bisa tercapai dengan perencanaan yang matang.
“Strategi transformasi bangsa yang sekarang saya pimpin dan kendalikan adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan,” ujar Prabowo dalam sambutannya di Penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Prabowo menyebut transformasi ini membutuhkan keberanian serta kerja keras dari seluruh elemen bangsa. Ia memastikan perencanaan yang dilakukan pemerintah telah memperhitungkan kebutuhan secara terukur, termasuk dari sisi anggaran.
“Saya sudah hitung, dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil. Kita akan mengangkat jutaan rakyat kita keluar dari kemiskinan,” tegasnya.
Guna mewujudkan hal tersebut, Prabowo menggarisbawahi perlunya intervensi nyata dari negara dalam menjamin terpenuhinya hak-hak dasar publik. Pemerintah berkomitmen memastikan ketersediaan pangan yang memadai, hunian yang pantas, serta tingkat pendapatan yang mencukupi bagi seluruh lapisan warga.
Langkah ini juga dimaksudkan agar masyarakat berpenghasilan rendah tidak lagi terjerat perangkap utang dengan bunga tinggi dari para lintah darat.
“Kita hanya ingin rakyat kita hidup dengan layak, hidup dengan baik, bisa makan dengan baik, punya rumah yang layak, dan punya penghasilan tiap bulan yang layak, yang cukup, sehingga tidak perlu pinjam uang dari rentenir-rentenir,” ucapnya.
Sebab itu, pemerintah akan memperluas jangkauan bantuan permodalan dan fasilitas pembiayaan yang mudah diakses. Harapannya, modal usaha dapat disalurkan langsung memanfaatkan potensi ekonomi dalam negeri tanpa ketergantungan pada pihak ketiga yang merugikan.
“Negara akan hadir di tengah-tengah rakyat, sehingga rakyat, kalau perlu, bisa mendapatkan pinjaman lunak dari kekuatan kita sendiri. Tidak usah lagi ke tengkulak-tengkulak atau kepada siapa pun,” katanya.
Optimalisasi pengelolaan seluruh kekayaan alam nasional juga menjadi pilar utama agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Ia meyakini percepatan program kesejahteraan ini akan memperlihatkan hasil nyata dalam waktu dekat.
“Kalau perlu dia (masyarakat) bisa dapat pinjaman lunak dari kekuatan kita sendiri. Tidak usah lagi ke tengkulak-tengkulak atau kepada siapapun. Ini strategi kita dan ini akan kita wujudkan dalam waktu dekat,” tutupnya.
Sumber: