BPBD Parimo Mulai Perbaiki Rumah Warga Korban Banjir Bandang Avolua!
Rumah rusak akibat banjir.-Foto: Ilustrasi/ANTARA/HO-BPBD Sulteng-
Parigi Moutong, Disway.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, bergerak cepat merenovasi deretan rumah warga yang terdampak banjir bandang di Desa Avolua.
"Berdasarkan data pusat pengendalian operasi (Pusdalops) tercatat 10 rumah warga mengalami rusak ringan dan pemerintah mulai melakukan rehabilitasi sebagai langkah pemulihan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai dikutip dari Antara, Kamis (3/9/2026).
Rivai menerangkan bahwa proses pengerukan endapan lumpur serta puing kayu dari area pemukiman warga telah tuntas dikerjakan. Saat ini, konsentrasi tim gabungan bergeser pada pemulihan fisik bangunan yang rusak pascabencana.
"Rata-rata kerusakan dampak banjir berada di bagian dapur. Kami mengupayakan proses pemulihan struktur rumah warga cepat teratasi," ujarnya.
Pihaknya membiayai seluruh agenda perbaikan hunian ini menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Parigi Moutong tahun anggaran 2026.
Di samping memoles fisik rumah, Pemkab Parimo berhasil merampungkan instalasi ulang jaringan pipa air bersih yang sempat terputus akibat diterjang arus deras.
"Perbaikan jaringan air bersih sudah selesai. Warga terdampak sudah bisa menikmati kembali air bersih sebagai salah satu kebutuhan dasar," ujarnya.
Tak berhenti di situ, otoritas daerah turut membagikan perlengkapan memasak anyar guna mengganti peralatan dapur milik warga yang hanyut terbawa banjir.
"Dari peristiwa bencana hidrometeorologi banyak peralatan dapur mereka hilang tersapu banjir, sehingga pemerintah menyiapkan peralatan tersebut," katanya.
Selama proses pengerjaan hunian berlangsung, para korban banjir diakomodasi di area pengungsian sementara. Pasokan pangan harian dijamin oleh dapur umum bentukan Dinas Sosial (Dinsos) Parimo, yang setiap harinya mendistribusikan puluhan porsi makanan siap santap bagi warga dan 424 personel relawan di lapangan.
"Percepatan pemulihan setelah banjir terus dipacu supaya warga merasa nyaman dan kembali beraktivitas seperti sebelumnya," tutur Rivai.
Sumber: