Seruni KMP Dorong Emak-emak Jadi Duta Hemat Energi Keluarga

Seruni KMP Dorong Emak-emak Jadi Duta Hemat Energi Keluarga

Ketua Seruni KMP Bidang IV Sri Suparni Bahlil.-Foto: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng-

Palu, Disway.id - Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) secara resmi mengajak para ibu rumah tangga untuk mengambil peran sebagai duta hemat energi yang dimulai dari lingkup domestik.

"Kami ingin agar para ibu dapat menjadi duta hemat energi," kata Ketua Seruni KMP Bidang IV Sri Suparni Bahlil di Palu, Sulawesi Tengah, dikutip dari Antara, Kamis (3/9/2026).

Sri menjelaskan bahwa kampanye hemat energi ini merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

"Gerakan hemat energi harus dimulai dari keluarga dan kebiasaan sehari-hari, dengan menggunakan listrik sesuai kebutuhan," pesannya.

Menurutnya, figur perempuan memiliki posisi sentral dalam menanamkan budaya hemat energi karena berinteraksi langsung dengan anggota keluarga setiap hari.

Ia mencontohkan langkah simpel yang bisa diterapkan, seperti mematikan lampu saat ruang kelas atau rumah sudah terpapar sinar matahari cukup, serta mencabut kabel pengisi daya yang sudah tidak terpakai.

“Mari kita jadikan hemat energi menjadi gaya hidup kita. Hemat energi tidak berarti mengurangi kenyamanan, tetapi menggunakan listrik dan berbagai peralatan secara bijak, sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan,” harapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sekaligus pembina Seruni KMP Selvi Ananda Gibran Rakabuming mengimbau agar efisiensi penggunaan listrik dapat mentransformasi menjadi pola hidup harian.

"Yang ingin kita bangun, hemat energi bukan lagi hal yang berat, tapi menjadi kebiasaan," katanya saat berinteraksi dengan peserta acara sosialisasi hemat energi di Rumah Jabatan Gubernur Sulteng di Kota Palu, Rabu, 2 September 2026.

Selvi menegaskan alasan utama menyasar kaum ibu dalam agenda sosialisasi ini lantaran emak-emak merupakan garda terdepan penentu kebijakan di dalam rumah tangga.

"Dimulai dari gaya hidup sehari-hari, mematikan listrik yang tidak digunakan dan menggunakan penerangan secara efisien," pesannya.

Ia meyakini para ibu sebagai pengelola keuangan rumah tangga memiliki tingkat kepekaan dan pengaruh yang sangat besar. Harapannya, edukasi ini tidak cuma berhenti pada sesi sosialisasi saja, melainkan mampu ditularkan ke jejaring tetangga dan lingkungan sekitar.

Sumber: