Sigi Kebut PLTP, Panas Bumi Dibidik Dongkrak PAD

Sigi Kebut PLTP, Panas Bumi Dibidik Dongkrak PAD

Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi.-Foto: Antara-

Sigi, Disway.id – Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mendorong percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT), khususnya potensi panas bumi. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga panas bumi (PLTP) dinilai dapat menjadi salah satu sumber baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi mengatakan wilayah Sigi memiliki potensi panas bumi yang cukup besar karena berada di kawasan patahan. Potensi tersebut kini mulai diarahkan menjadi sumber energi ramah lingkungan sekaligus penggerak ekonomi daerah.

"Jadi proyek energi terbarukan ini menjadi solusi ganda, selain menambah pendapatan daerah juga membantu memperkuat keandalan pasokan listrik jaringan PLN yang selama ini kerap terganggu akibat ketergantungan pada energi fosil batu bara dan penurunan debit air danau di wilayah lain," kata Samuel saat ditemui awak media di Bora, Sulteng, dilansir Antara, Jumat (4/9/2026).

Menurut Samuel, pemerintah daerah terbuka terhadap masuknya investasi di sektor panas bumi. Terlebih, sudah terdapat investor yang mendapatkan pendampingan dari Kementerian ESDM.

Pemkab Sigi, kata dia, siap memberikan dukungan dengan mempermudah berbagai proses di tingkat daerah, termasuk mempercepat perizinan yang diperlukan agar pengembangan proyek dapat berjalan.

"Harapannya dengan adanya investasi panas bumi bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sigi," ujar dia.

Bora Jadi Tahap Awal

Pengembangan potensi panas bumi di Sigi akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal direncanakan berada di Desa Bora dengan kapasitas mencapai 40 megawatt (MW).

Setelah pengembangan di Bora, proyek tersebut akan dilanjutkan ke Desa Pulu dan Desa Kadidia. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kapasitas pengembangan di kawasan tersebut secara keseluruhan mencapai 123 MW.

"Setelah Bora akan dilanjutkan di Desa Pulu dan Desa Kadidia yang totalnya mencapai 123 megawatt," ujar dia.

Samuel memastikan Pemkab Sigi telah menyatakan komitmen untuk mendukung proyek tersebut, terutama terkait aspek perizinan dan kebutuhan lahan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses pembebasan lahan masyarakat di sekitar wilayah Bora. Pemerintah daerah berkomitmen membantu mengomunikasikan proses tersebut agar kepentingan masyarakat tetap diperhatikan.

"Komitmen pemerintah daerah untuk mengomunikasikan misalnya ada pembebasan-pembebasan lahan masyarakat di sekitar Bora, karena ini untuk kepentingan Sigi secara keseluruhan ke depan dan juga untuk kepentingan masyarakat," katanya.

Masuk Proyek Strategis Nasional

Sumber: