PLTP Bora Pulu Sigi Bakal Setor Rp3,7 Miliar per Tahun
ESDM-Foto: Istimewa-
Sigi, Disway.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bora Pulu di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mampu memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah hingga Rp3,7 miliar setiap tahun.
Kontribusi tersebut berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta bonus produksi yang diperoleh dari pengembangan proyek panas bumi tersebut.
Selain memberikan tambahan penerimaan, proyek PLTP Bora Pulu juga diperkirakan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
"Jadi proyek ini ke depan akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 175 orang," kata Koordinator Penyiapan Program dan Wilayah Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Pandu Ismutadi, di Sigi, dilansir dari Antara, Jumat (4/9/2026).
Pandu mengatakan pengembangan energi panas bumi di Bora Pulu dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik. Proyek tersebut juga diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh daerah dan masyarakat sekitar.
Dari sisi investasi, pembangunan PLTP Bora Pulu membutuhkan dana sekitar 228 juta dolar AS. Pembangkit tersebut dirancang memiliki kapasitas 40 megawatt (MW) dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2033.
"Tentunya dengan kapasitas 40 megawatt, maka PLTP Bora Pulu mampu memasok listrik secara andal selama 24 jam penuh untuk 40.000 rumah tangga di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya sistem kelistrikan Sulawesi/Sulbagsel yang terhubung melalui GI 150 kV Palu Baru (Sidera)," katanya pula.
Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) Bora Pulu sendiri memiliki cakupan yang cukup luas, mencapai 78.388 hektare. Kawasan tersebut berada di tiga wilayah administratif, yakni Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan Kabupaten Donggala.
Pandu menyebut potensi cadangan panas bumi di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 123 MW. Karakteristik panas bumi sebagai sumber energi *base-load* membuat pembangkit dapat beroperasi sepanjang waktu tanpa bergantung pada kondisi cuaca.
"Total cadangan mungkin tercatat mencapai 123 megawatt dan energi panas bumi ini bersifat base-load atau dapat beroperasi penuh 24 jam tanpa terpengaruh cuaca, sehingga manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh daerah penerima," ujarnya lagi.
Pemkab Sigi Siapkan Dukungan
Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi mengatakan kehadiran PLTP Bora Pulu berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru bagi wilayah sekitar, terutama melalui pembangunan infrastruktur pendukung dan peningkatan penerimaan daerah.
Selain itu, badan usaha pengembang juga akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari manfaat pembangunan proyek.
"Tentunya pemerintah daerah memberikan kemudahan perizinan pendukung serta rekomendasi dari Bupati untuk proyek panas bumi di Kabupaten Sigi," kata Samuel.
Sumber: