QR Code Solar Subsidi Diblokir, Pertamina Dampingi Pengemudi Kontainer di Palu

QR Code Solar Subsidi Diblokir, Pertamina Dampingi Pengemudi Kontainer di Palu

SPBU.-Foto: Ilustrasi-

Palu, Disway.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, menyebut PT Pertamina Patra Niaga akan memberikan pendampingan kepada para pengemudi angkutan kontainer yang mengalami pemblokiran QR Code Subsidi Tepat saat membeli solar bersubsidi.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu pengemudi memperbarui akun sekaligus mendapatkan kembali QR Code yang dapat digunakan untuk transaksi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Selama dua hari ini mereka akan diperbarui barcode-nya, langsung didampingi oleh Pertamina. Tadinya tiga hari, saya minta itu dua hari diselesaikan,” kata Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin dilansir dari Antara, Kamis (10/9/2026).

Pernyataan itu disampaikan Imelda setelah bertemu dengan Serikat Buruh Transportasi Container Sulawesi Tengah dan Forum Nasional Perjuangan Buruh Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, para buruh menyampaikan persoalan yang mereka hadapi ketika hendak mengisi solar bersubsidi karena QR Code mengalami pemblokiran.

Imelda menjelaskan, terdapat sekitar 100 pengemudi yang harus melakukan pembuatan akun baru. Seluruh proses tersebut nantinya akan dilakukan dengan pendampingan dari pihak Pertamina.

Ia menargetkan pembaruan akun dan QR Code para pengemudi dapat rampung dalam dua hari sehingga mereka bisa kembali melakukan pembelian solar bersubsidi sesuai ketentuan.

“Dan mereka harus mendampingi, Pertamina harus mendampingi. Insya-Allah mereka sudah bisa menyelesaikan nanti dengan Pertamina, saya harap dua hari ini bisa selesai,” ujar dia.

Selain menangani persoalan QR Code, Pemkot Palu berencana meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran solar bersubsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pengawasan tersebut akan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan aparat keamanan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu. Sejumlah lokasi yang dinilai rawan akan menjadi perhatian dalam kegiatan pemantauan.

“Nanti akan ada beberapa pemantauan-pemantauan langsung yang dilakukan oleh pihak-pihak keamanan. Bergabung juga nanti ada Satpol PP kita dan Dishub untuk tempat-tempat yang dianggap rawan terkait pengisian BBM solar,” katanya.

Di sisi lain, Sales Branch Manager (SBM) Sulteng Fuel PT Pertamina Patra Niaga Made Dilan menjelaskan bahwa QR Code yang tidak dapat digunakan di SPBU bisa disebabkan oleh beberapa kondisi.

Salah satunya adalah penggunaan QR Code di wilayah berbeda atau peminjaman kode kepada orang lain dalam rentang waktu yang berdekatan dengan transaksi sebelumnya.

“Transaksi berulang dalam satu hari serta pembelian dengan volume yang tidak wajar atau melebihi kapasitas tangki kendaraan juga dapat menjadi indikasi yang menyebabkan barcode terblokir,” ujarnya.

Made juga mengimbau masyarakat agar tidak memanfaatkan jasa pihak ketiga ketika membuat QR Code Subsidi Tepat. Menurutnya, penggunaan jasa tersebut dapat menimbulkan risiko karena kode yang dibuat berpotensi diperjualbelikan atau disalahgunakan oleh pihak lain.

Sumber: