Tingkat Kegemaran Membaca Sulteng Tembus 59,51 Persen, Ungguli Rata-rata Nasional

Tingkat Kegemaran Membaca Sulteng Tembus 59,51 Persen, Ungguli Rata-rata Nasional

Budaya membaca.-Foto: Antara-

Palu, Disway.id - Kabar membanggakan datang dari sektor literasi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulteng mencatat tingkat kegemaran membaca masyarakat di daerah tersebut kini telah menyentuh angka 59,51 persen.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulteng, Siti Rachmi Amir Singi, mengungkapkan bahwa perseroan capaian tersebut berada di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 54,80 persen. Prestasi ini sekaligus mengantarkan Sulawesi Tengah menduduki peringkat ketujuh secara nasional.

"Tentunya capaian ini menjadi salah satu gambaran perkembangan budaya membaca masyarakat di Sulawesi Tengah," kata Siti Rachmi di Kota Palu, dilansir dari Antara, Selasa (15/9/2026).

Kendati minat baca masyarakat menunjukkan tren positif, Siti Rachmi membeberkan adanya anomali pada hasil penilaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sulteng yang justru mengalami koreksi. Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025 yang dirilis pada 2026, nilai IPLM Sulteng tercatat berada pada angka 30,54.

"Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan hasil penilaian sebelumnya yang mencapai 70,65," ujarnya.

Kendati demikian, penurunan angka tersebut ditegaskan tidak serta-merta merepresentasikan merosotnya realitas literasi di tengah masyarakat. Faktor utama di balik penurunan skor tersebut berasal dari adanya perubahan instrumen penialaian yang diterbitkan secara mendadak oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Instrumen baru tersebut dirilis ketika proses penilaian sudah berjalan, sehingga pemda diberikan waktu sekitar tiga bulan saja untuk mengejar pemenuhan indikator-indikator baru.

"Kami memang agak kesulitan. Perpusnas juga mengakui ada kesalahan karena instrumen diterbitkan ketika proses penilaian sudah berjalan," sebutnya.

Siti Rachmi menambahkan, fenomena anjloknya nilai IPLM ini tidak hanya dialami oleh Sulawesi Tengah seorang diri, melainkan turut dirasakan oleh sejumlah provinsi lain di seluruh Indonesia.

Sebagai langkah responsif, pihaknya telah merancang berbagai strategi pembenahan yang berfokus pada peningkatan kepatuhan serta kinerja, mulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur perpustakaan, hingga menggenjot akreditasi perpustakaan sekolah.

"Kami mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat sarana dan prasarana perpustakaan, serta meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah, termasuk mendorong lebih banyak perpustakaan sekolah untuk memperoleh akreditasi," katanya.

Sumber: