Parimo Usulkan Jadi Lokasi Program Sehati Kemendes PDT
Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Erwin Burase.-Foto: ANTARA/Moh Ridwan-
Parimo, Disway.id - Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mengusulkan wilayahnya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (Sehati) yang digagas Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menyebut daerahnya memiliki kondisi geografis serta potensi sumber daya alam yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
"Parigi Moutong memiliki keunggulan geografis dan sumber daya alam (SDA) yang sangat menunjang tujuan program (Sehati)," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase melalui keterangan tertulisnya.
Usulan tersebut disampaikan Erwin ketika melakukan kunjungan ke Kementerian Desa di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Erwin, Parimo dinilai layak menjadi lokus program Sehati karena memiliki wilayah pesisir yang luas. Kabupaten tersebut memiliki garis pantai sepanjang 472 kilometer dengan 283 desa/kelurahan yang tersebar di 23 kecamatan.
Potensi utama daerah berasal dari sektor pertanian, kelautan, dan perikanan. Luas lahan persawahan di Parimo mencapai 63.283 hektare sehingga dinilai dapat mendukung pelaksanaan program Sehati sekaligus disinergikan dengan program daerah melalui Gerakan Membangun dari Desa (Gerbang Desa).
"Parigi Moutong merupakan penghasil beras terbesar di Sulawesi Tengah dengan jumlah produksi 304.320 ton gabah kering giling (GKG). Begitupun subsektor hortikultura pada komoditas durian yang telah menembus pasar ekspor China. Potensi lain ada komoditas kelapa dan kakao," ujarnya.
Selain sektor pertanian, kawasan Teluk Tomini yang berada di wilayah Parimo juga menyimpan potensi kelautan dan keanekaragaman hayati. Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah, produksi sektor kelautan dan perikanan Parimo pada 2025 mencapai 38.648 ton.
Besarnya potensi produksi tersebut, menurut Erwin, masih perlu diikuti pengembangan lebih lanjut agar dapat meningkatkan perekonomian daerah sekaligus menarik investasi.
Namun, Parimo juga menghadapi tantangan geografis. Wilayah pesisir, dataran rendah, perbukitan hingga pegunungan membuat akses transportasi menuju sejumlah desa masih terbatas.
"Parigi Moutong juga memiliki tantangan kewilayahan dari sisi letak geografis kawasan pesisir, dataran rendah, bukit hingga pegunungan menyebabkan akses transportasi di sejumlah desa masih terbatas, maka kami berharap program Sehati dapat memberikan solusi terhadap keterbatasan tersebut," tutur Erwin.
Erwin berharap usulan Parimo tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan Kemendes PDT dalam mendukung keberlanjutan ekonomi daerah melalui pengembangan potensi yang terintegrasi.
Sumber: