Pemprov Sulteng Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid.-Foto: sultengprov.go.id-
Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan skala bisnis hingga mampu memasuki pasar ekspor. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan produk lokal sekaligus memperkuat posisi UMKM di pasar internasional.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyatakan, sejumlah produk unggulan daerah telah berhasil dipasarkan ke berbagai negara. Menurutnya, pencapaian tersebut perlu dikembangkan dengan membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelaku UMKM lainnya.
“UMKM tidak boleh dipandang sebelah mata,” kata Anwar di Palu dilansir dari Antara, Rabu (30/9/2026).
Anwar mengatakan Sulawesi Tengah memiliki kekayaan komoditas yang cukup beragam dan berpeluang dikembangkan untuk pasar luar negeri. Beberapa di antaranya adalah kelapa, durian, kakao, sarang burung walet, serta komoditas perikanan seperti tuna, dan kepiting bakau.
Peluang tersebut terlihat dari aktivitas perdagangan luar negeri sejumlah komoditas asal Sulawesi Tengah. Berdasarkan data Badan Karantina Indonesia untuk periode Januari-September 2026, ekspor kelapa bulat tercatat sebanyak 39,15 juta kilogram dengan tujuan Tiongkok, Thailand, Hong Kong, dan Vietnam.
Pada periode yang sama, pengiriman bungkil kelapa ke India mencapai 8,98 juta kilogram. Sementara itu, ekspor kerang dara tercatat 60.310 kilogram dan komoditas ikan tuna mencapai 23.676 kilogram.
Komoditas hortikultura juga menunjukkan perkembangan positif di pasar internasional. Durian yang berasal dari Kabupaten Parigi Moutong, misalnya, telah memasuki pasar Tiongkok dengan volume mencapai 8.162,7 ton.
Capaian tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak pelaku UMKM untuk melihat ekspor sebagai peluang pengembangan bisnis. Anwar meminta keberhasilan sejumlah komoditas daerah tersebut menjadi motivasi bagi pelaku usaha lainnya untuk memperluas pasar.
“Kalau UMKM berani (ekspor), Insya-Allah Sulteng ini maju. Semoga ekspor kita akan semakin lebih mudah lagi,” ujarnya.
Menurut Anwar, terbukanya akses ke pasar internasional memperlihatkan bahwa produk Sulawesi Tengah masih memiliki ruang pengembangan yang luas. Ia berharap semangat untuk melakukan ekspor dapat menyebar kepada pelaku usaha di berbagai kabupaten dan kota.
Pemerintah daerah juga berharap konektivitas perdagangan internasional semakin kuat dengan adanya rute penerbangan langsung Palu-Guangzhou, China. Jalur tersebut dinilai dapat memberikan alternatif konektivitas baru bagi produk-produk Sulawesi Tengah menuju pasar global.
Di sisi lain, pengembangan ekosistem ekspor juga diperkuat melalui sejumlah kerja sama antarlembaga. Salah satunya berupa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Karantina Indonesia dan Kementerian UMKM, serta kolaborasi Badan Karantina, Kementerian UMKM, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong.
Kerja sama tersebut turut mencakup penandatanganan MoU terkait hilirisasi empat komoditas unggulan Sulawesi Tengah. Upaya itu diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk daerah sebelum dipasarkan secara lebih luas.
Penguatan akses pasar, konektivitas transportasi, dan kolaborasi lintas sektor diharapkan memberikan ruang yang semakin besar bagi UMKM di Sulawesi Tengah. Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha daerah diharapkan mampu meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas jangkauan produknya hingga pasar ekspor.
Sumber: