14 Hari Bersama Kadet Unhan, Siswa SR Palu Dibina Jadi Lebih Disiplin
Sekolah Rakyat -Foto: Dok Disway-
Palu, Disway.id - Sebanyak tujuh kadet Universitas Pertahanan (Unhan) mendampingi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 20 Tadulako Nambaso di Kota Palu, Sulawesi Tengah, melalui kegiatan pembelajaran dan pembinaan karakter. Selama 14 hari, para kadet memberikan edukasi dan motivasi untuk menumbuhkan kedisiplinan, kemandirian, wawasan kebangsaan, serta semangat belajar siswa.
Kepala SRT 20 Tadulako Nambaso, Anita mengatakan, pendampingan tersebut dilakukan melalui pembelajaran dan permainan edukatif yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Kegiatan ini juga dirancang untuk membangun kepercayaan diri dan memperkuat kebersamaan di lingkungan sekolah.
"Pendampingan dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dan permainan edukatif yang dirancang untuk mendorong partisipasi siswa, sekaligus membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan," kata Anita dilansir Antara, Rabu (14/10/2026).
Menurut Anita, keterlibatan para kadet selama dua pekan diharapkan dapat membantu siswa membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar, tetapi juga pada penanaman nilai kedisiplinan dan peningkatan motivasi untuk menuntut ilmu.
"Kami mengapresiasi keterlibatan Unhan ikut mendampingi memberikan pembelajaran kepada peserta didik kami di Sekolah Rakyat," ujarnya.
Pendampingan itu juga diarahkan untuk membantu siswa menyesuaikan diri dengan kehidupan di asrama. Mereka dibimbing agar mampu hidup mandiri, mematuhi peraturan, dan menjalankan aktivitas harian secara teratur.
Dalam kegiatan sehari-hari, para kadet berinteraksi langsung dengan siswa melalui berbagai aktivitas edukatif. Pendekatan tersebut diharapkan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membangun kedekatan antara pendamping dan peserta didik.
"Selama berada di Sekolah Rakyat mereka membimbing siswa dalam kebiasaan sehari-hari seperti merapikan tempat tidur, melipat selimut, menata pakaian, serta menjaga kebersihan," ucap Anita.
Ia menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan. Program tersebut memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk kategori desil 1–2.
"Sebagai penanggung jawab sekolah, kami terus mengoptimalkan pendidikan karakter kepada anak-anak, supaya mereka tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga cerdas secara emosional," kata Anita.
Melalui pembinaan yang melibatkan kadet Unhan tersebut, pihak sekolah berharap siswa semakin terbiasa menerapkan disiplin, menjaga kebersihan, dan mengembangkan kemandirian. Penguatan karakter ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka dalam menjalani pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
Sumber: