740 Sekolah di Parigi Moutong Terima Papan Interaksi Digital, Bupati Soroti Kendala Internet
Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Erwin Burase.-Foto: ANTARA/Moh Ridwan-
Parigi, Disway.id - Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase, meminta seluruh satuan pendidikan mengoptimalkan pemanfaatan Papan Interaksi Digital (PID) untuk mendukung percepatan digitalisasi sekolah. Menurut Erwin, fasilitas tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional yang dapat membantu siswa memahami materi pelajaran melalui metode pembelajaran visual dan interaktif.
"Program prioritas nasional harus dimanfaatkan dengan baik. PID hadir untuk membantu peserta didik memahami konsep dan materi pelajaran yang diajarkan oleh guru," katanya dilansir dari Antara, Kamis (15/10/2026).
Ia mengatakan, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan dukungan berbagai metode pembelajaran. Digitalisasi sekolah menjadi salah satu upaya yang diharapkan mampu membantu siswa memahami materi yang disampaikan guru secara lebih cepat.
Hasil evaluasi yang dilakukan Pemkab Parigi Moutong pada sejumlah sekolah penerima PID pada Rabu (14/10/2026) menunjukkan respons positif dari guru maupun siswa terhadap penggunaan teknologi tersebut.
Erwin menyebut pendekatan pembelajaran berbasis visual dan interaktif dinilai membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
“Respons anak-anak sangat senang. Mereka mengaku lebih cepat memahami dan menangkap pelajaran yang disampaikan oleh guru. Kehadiran teknologi ini jelas sangat membantu efektivitas mengajar para guru di kelas,” ujarnya.
Atas hasil tersebut, ia meminta setiap satuan pendidikan meningkatkan pemanfaatan PID agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh peserta didik. Upaya ini diharapkan turut mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
PID Telah Menjangkau 740 Satuan Pendidikan
Berdasarkan data Dinas Pendidikan setempat, bantuan PID di Kabupaten Parigi Moutong pada 2025 telah disalurkan ke 740 satuan pendidikan.
Jumlah tersebut terdiri atas 425 sekolah dasar (SD), 115 sekolah menengah pertama (SMP), dan 200 satuan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Meski demikian, Pemkab Parigi Moutong mencatat masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengoperasian fasilitas tersebut. Dua di antaranya adalah keamanan perangkat dan keandalan jaringan internet, khususnya untuk sekolah yang berada di wilayah terpencil.
Untuk mengantisipasi risiko kehilangan aset, Erwin menginstruksikan Dinas Pendidikan memprioritaskan penyediaan tenaga penjaga sekolah. Langkah itu dinilai penting mengingat banyaknya perangkat dan inventaris bernilai yang harus dilindungi.
“Minimal satu orang tenaga penjaga di tiap sekolah, mengingat banyaknya aset dan inventaris bernilai yang harus dijaga,” ucapnya.
Selain pengamanan fasilitas, Pemkab Parigi Moutong berkomitmen menyediakan akses internet berbasis satelit, terutama bagi sekolah-sekolah di daerah terpencil. Ketersediaan jaringan tersebut diharapkan dapat menunjang penggunaan PID sehingga proses pembelajaran digital berjalan lebih lancar.
Sumber: