Produksi Kopi Olahan di Sigi Capai 3,2 Ton per Tahun, Libatkan 54 IKM
Biji kopi. -Foto: Antara-
Sigi, Disway.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), terus mendorong pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) pengolahan kopi. Saat ini, kapasitas produksi dari sektor tersebut tercatat mencapai sekitar 3,2 ton per tahun.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sigi, Herman, mengatakan pengembangan industri kopi dilakukan melalui sejumlah program pendukung. Upaya tersebut mencakup fasilitasi legalitas usaha, pemberian bantuan peralatan produksi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
"Tentunya sektor industri kecil dan menengah (IKM) olahan kopi di Sigi ini mampu meningkatkan daya saing melalui berbagai program fasilitasi legalitas, bantuan peralatan, hingga pembinaan sumber daya manusia," kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sigi Herman di Marawola, dilansir Antara, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, saat ini terdapat 54 IKM yang bergerak di bidang pengolahan kopi di Kabupaten Sigi. Seluruh unit usaha tersebut memiliki kapasitas produksi gabungan sekitar 3,2 ton setiap tahunnya.
Perkembangan industri ini juga memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Tercatat sebanyak 94 orang bekerja di sektor pengolahan kopi, dengan komposisi 60 pekerja laki-laki dan 34 pekerja perempuan.
"Sektor industri olahan kopi di Kabupaten Sigi menunjukkan tren yang positif dengan melibatkan total 94 tenaga kerja, yang terdiri atas 60 tenaga kerja pria dan 34 tenaga kerja wanita," ucapnya.
Dari sisi penguatan usaha, pemerintah daerah turut membantu pelaku IKM dalam memenuhi persyaratan dan melindungi identitas produk. Hingga kini, lima IKM telah memperoleh fasilitasi sertifikasi halal, sementara lima IKM lainnya mendapatkan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk merek dagang mereka.
Selain itu, bantuan berupa mesin dan peralatan produksi telah disalurkan kepada 10 IKM. Penerima bantuan tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Lindu, Kulawi, Pipikoro, Sigi Biromaru, Marawola, dan Marawola Barat.
Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk kopi lokal.
"Untuk produk olahan kopi hasil garapan IKM Sigi sudah menjangkau berbagai jalur distribusi, mulai dari pemanfaatan pasar digital (marketplace), sistem pesanan khusus (make to order), toko luring, hingga keikutsertaan dalam berbagai ajang pameran," sebutnya.
Herman menambahkan, Kabupaten Sigi memiliki potensi komoditas kopi yang cukup beragam. Kopi Robusta menjadi jenis yang paling banyak dibudidayakan di sebagian besar wilayah kabupaten tersebut.
"Sedangkan kopi jenis Arabica hanya ditemukan pada dataran tinggi seperti Palolo dan Dombu," ujarnya.
Sumber: