Kanwil Ditjenpas Sulteng Petakan Kompetensi 27 Pegawai Lewat Program ProASN
Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelaksanaan ProASN.-Foto: Ditjenpas.go.id-
Palu, Disway.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelaksanaan Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN). Kegiatan yang diikuti 27 pegawai tersebut digelar bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Badan Kepegawaian Negara (UPT BKN) Palu pada Minggu (25/10/2026).
Program ini bertujuan memetakan potensi dan kompetensi pegawai sebagai landasan dalam merancang pengembangan karier, meningkatkan kapasitas aparatur, serta mendukung efektivitas kinerja organisasi.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, menyampaikan bahwa pemetaan kompetensi menjadi bagian penting dalam pengelolaan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
"ProASN merupakan program nasional dalam memetakan potensi, kompetensi, dan preferensi karier ASN secara digital, cepat, dan objektif bagi pegawai. Besar harapan pengembangan kompetensi selaras dengan kebutuhan organisasi dan tuntutan pelaksanaan tugas Pemasyarakatan," ujarnya.
Herman turut menyampaikan terima kasih kepada UPT BKN Palu atas dukungan dan kolaborasi dalam menyukseskan pelaksanaan asesmen tersebut. Ia mengingatkan para peserta agar menjalani setiap tahapan dengan serius, mengutamakan kejujuran, serta memberikan hasil terbaik sesuai kemampuan masing-masing.
“Terima kasih kepada UPT BKN Palu atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan ProASN ini. Kepada seluruh peserta agar mengikuti asesmen dengan serius dan memberikan kemampuan terbaik serta menjadikan hasilnya sebagai bahan evaluasi untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memberikan kontribusi yang lebih baik bagi organisasi,” pesan Herman.
Di sisi lain, Kepala UPT BKN Palu, Assakhiyyu Rahman, menerangkan bahwa ProASN menjadi salah satu instrumen untuk mengetahui tingkat kompetensi aparatur melalui sistem Computer Assisted Test (CAT). Penggunaan sistem berbasis komputer tersebut memungkinkan proses asesmen berlangsung secara terstruktur dengan standar pengukuran yang telah ditetapkan.
“ProASN merupakan salah satu upaya untuk memetakan kompetensi pegawai melalui sistem CAT. Hasil asesmen diharapkan memberikan gambaran mengenai kompetensi masing-masing pegawai sebagai bahan pendukung dalam pengembangan aparatur,” jelas Assakhiyyu.
Ia menambahkan, UPT BKN Palu berkomitmen mendukung pelaksanaan program pengembangan potensi aparatur, termasuk melalui fasilitasi asesmen bagi instansi pemerintah yang membutuhkan.
"Walaupun pelaksanaannya di hari Minggu, kami selalu siap. Tentu kerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan akan selalu berkelanjutan dalam menghasilkan ASN yang profesional," tegas Assakhiyyu.
Sementara itu, salah seorang peserta, Sumerta, menyebut kegiatan ProASN memberikan kesempatan bagi pegawai untuk memahami kemampuan yang dimiliki sekaligus mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki. Menurutnya, hasil asesmen dapat menjadi acuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan tanggung jawab pekerjaan.
“Kami mendapat kesempatan untuk mengukur kemampuan diri dan mengetahui hal-hal yang masih perlu ditingkatkan. Harapannya, hasil jadi motivasi bagi untuk terus belajar dan memberikan kinerja terbaik bagi organisasi,” harap Sumerta.
Sumber: