Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) resmi menegaskan Program Berani Cerdas sebagai inovasi pendidikan yang dinilai menjadi pelopor di Indonesia. Program yang digagas Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, ini tidak hanya mencakup beasiswa penuh bagi mahasiswa strata satu (S1), tetapi juga tengah dikembangkan untuk jenjang Magister (S2) dan Doktoral (S3) yang direncanakan mulai berjalan pada 2026, Jumat (9/1/2025).
Pengembangan Beasiswa Berani Cerdas ke jenjang S2 dan S3 difokuskan pada bidang keilmuan yang memiliki nilai strategis bagi daerah. Sejumlah sektor prioritas yang disasar antara lain kedokteran spesialis, pertambangan, tenaga ahli strategis, keperawatan, notariat, serta profesi insinyur. Seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh Pemprov Sulawesi Tengah dengan ketentuan penerima beasiswa wajib kembali dan mengabdi di daerah sesuai kompetensi keilmuannya.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pemberian beasiswa Berani Cerdas untuk jenjang pascasarjana akan dilakukan secara ketat dan dengan kuota terbatas.
“Jurusan ilmu itu adalah yang menjadi kebutuhan daerah kita. S2 dan S3 juga akan kita lakukan, tetapi sangat selektif karena kuotanya terbatas. Tidak seperti S1. Ini harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah kita,” tegas Anwar.
Komitmen penguatan Program Berani Cerdas juga disampaikan Anwar saat penandatanganan nota kesepakatan bersama seluruh perguruan tinggi di Sulawesi Tengah yang berlangsung di Kantor Gubernur pada Kamis (8/1/2026). Ia menilai, hingga kini belum ada pemerintah provinsi lain yang berani mengambil kebijakan serupa dalam menjamin akses pendidikan tinggi secara luas.
“Saya kira di Indonesia ini belum ada provinsi yang bisa memberi program sebanyak ini,” ujar Anwar.
Menurutnya, Program Berani Cerdas dirancang bukan sekadar sebagai janji politik, melainkan sebagai kebijakan nyata untuk mendorong pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.
“Bukan hanya janji kampanye semata, tetapi sebuah upaya kita memajukan provinsi ini melalui sektor SDM,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alam, melainkan oleh kualitas manusianya.
“Kita semua yakin, masa depan daerah ini bukan ditentukan oleh SDA, tetapi setinggi apa SDM yang dimiliki daerah ini,” tegas Anwar.
Sepanjang 2025, di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A Lamadjido, Program Beasiswa Berani Cerdas telah menjangkau 23.569 penerima dengan total anggaran lebih dari Rp84 miliar. Capaian tersebut menjadi pijakan kuat untuk pengembangan beasiswa ke jenjang S2 dan S3 sebagai strategi mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing dalam menyongsong Generasi Emas 2045.