Hingga minggu pertama Februari 2026, BI mencatat total insentif likuiditas yang telah diguyurkan ke perbankan mencapai Rp427,5 triliun.
“Sinergi antar otoritas dalam KSSK menjadi kunci untuk membangun optimisme bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan,” tambah Destry.
BI sangat optimis, bahwa dengan ketahanan korporasi dan rumah tangga yang terjaga, intermediasi yang kuat akan menjadi motor utama pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi.