Palu, Disway.id - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menyampaikan bahwa angka kemiskinan di provinsi tersebut mengalami penurunan, tercatat 10,52 persen pada September 2025 menurut data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng. Menurut Anwar, capaian ini menjadi indikasi bahwa kerja sama antara pemerintah dan masyarakat mulai menunjukkan hasil positif, sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan.
“Capaian ini menjadi sinyal bahwa kerja bersama mulai menunjukkan arah yang positif, sekaligus pengingat bagi kami di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk terus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan,” ujar Anwar Hafid dikutip dari Instagram pribadinya, Selasa (10/3/2026).
Anwar menekankan, sebagai daerah dengan potensi industri yang besar, pertumbuhan ekonomi harus benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Sulteng. Untuk itu, kata dia, pemerintah daerah memperkuat berbagai program strategis, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program BERANI Cerdas dan pembangunan Rumah Layak Huni, agar kesejahteraan dapat tumbuh lebih merata.
“Karena itu, kami memperkuat berbagai program strategis seperti peningkatan kualitas SDM melalui BERANI Cerdas serta pembangunan Rumah Layak Huni, agar kesejahteraan dapat tumbuh lebih merata di seluruh wilayah Sulteng,” tambahnya.
Di media sosial, sejumlah warga mengungkapkan harapannya agar perhatian pemerintah juga menyentuh kelompok rentan, seperti tenaga honorer.
Selain itu, muncul juga usulan pembentukan Satgas Penanggulangan Kemiskinan di Sulteng untuk memastikan intervensi lebih tepat sasaran. Satgas ini diharapkan dapat memetakan karakteristik kemiskinan di pesisir, pegunungan, dan lingkar tambang, sehingga program bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tiap rumah tangga miskin.
“Saya pikir perlu adanya Pembentukan Satgas Penanggulangan Kemiskinan di Sulawesi Tengah, langkah konkret untuk membedah data makro menjadi aksi mikro yang menyentuh akar rumput,” tulis warga lain.
Sulawesi Tengah kini berada di persimpangan penting dalam memperkuat pembangunan ekonomi sekaligus menurunkan angka kemiskinan, dengan program yang menyasar kualitas hidup masyarakat di berbagai lini.