Pemerintah Klaim Siap Hadapi El Nino, Pengalaman 2015 Jadi Acuan

Senin 06-04-2026,14:08 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

Jakarta, Disway.id - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah memiliki pengalaman dalam menghadapi musim kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino, termasuk yang dikenal sebagai El Nino “Godzilla”. Ia menyebut kondisi saat ini masih relatif lebih terkendali dibandingkan situasi pada 2015.

“Katanya kering enam bulan, oke. Tapi sepertinya masih lebih tinggi El Nino yang dulu, (tahun) 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman, (tahun) 2015, 2023, 2024,” kata Amran saat melakukan kunjungan kerja di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ia menjelaskan, dengan proyeksi kemarau selama enam bulan, pemerintah memperkirakan ketersediaan pangan nasional tetap aman hingga 11 bulan ke depan. Perhitungan tersebut mengacu pada total stok beras yang tersedia saat ini, baik di gudang Bulog, sektor swasta, maupun potensi hasil panen dalam waktu dekat.

“Sebelas bulan ke depan ini aman. Stoknya untuk rakyat Indonesia aman. Sedangkan kekeringan hanya 6 bulan. Berarti aman, pangan aman,” ucap Amran.

Saat ini, stok beras di gudang Bulog disebut mencapai sekitar 4,5 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi 5 juta ton dalam waktu 20 hari ke depan. Selain itu, sektor perhotelan, restoran, dan kafe (horeka) memiliki cadangan sekitar 12,5 juta ton.

Di sisi lain, potensi panen dari tanaman yang sudah memasuki masa siap panen (standing crop) diperkirakan mencapai 11 juta ton.

Pemerintah juga menyiapkan langkah tambahan melalui program pompanisasi guna mengantisipasi penurunan produksi akibat cuaca panas mulai April 2026. Melalui upaya ini, diperkirakan akan ada tambahan produksi sekitar 2 juta ton per bulan atau total 12 juta ton selama periode tertentu.

Dengan berbagai sumber tersebut, Amran optimistis cadangan beras nasional tidak hanya mencukupi selama 11 bulan, tetapi juga mampu bertahan hingga musim panen puncak pada 2027.

“Berarti bisa sampai Maret, panen puncak tahun depan, aman. Bahkan bisa overlap sampai April 2027,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga terus memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP) sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino. Berdasarkan data per 2 April 2026, stok CPP meliputi beras sebesar 4,4 juta ton, jagung pakan 168 ribu ton, gula pasir 49 ribu ton, serta minyak goreng 121 ribu kiloliter.

Selain itu, tersedia pula cadangan protein hewani, antara lain daging sapi 8 ribu ton, daging kerbau 3 ribu ton, daging ayam 39 ton, serta telur ayam sebanyak 17 ton.

Kategori :