Palu, Disway.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) terus menggencarkan operasi pemberantasan handphone, narkotika, dan penipuan (Halinar) di sejumlah rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan guna memperketat pengawasan serta mencegah masuknya barang-barang terlarang.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengatakan operasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, sekaligus respons atas berbagai kejadian menonjol di lingkungan pemasyarakatan.
“Ini juga merupakan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di lapas dan rutan,” ujarnya dilansir, Rabu (27/5/2026).
Menurut Bagus, operasi Halinar telah dilaksanakan di sejumlah unit pelaksana teknis pemasyarakatan, di antaranya Lapas Kelas IIA Palu, Lapas Kelas III Parigi, Rutan Kelas IIB Donggala, LPP Palu, serta LPKA Palu.
Ia menjelaskan, operasi dilakukan melalui penggeledahan kamar dan blok hunian warga binaan dengan melibatkan petugas pemasyarakatan bersama aparat penegak hukum guna memastikan kondisi lapas dan rutan tetap aman dan kondusif.
“Kami lakukan langkah cepat dan terukur melalui operasi Halinar sebagai bentuk keseriusan memastikan seluruh lapas dan rutan di Sulawesi Tengah benar-benar bersih dari handphone, narkotika, dan praktik penipuan,” katanya.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di dalam blok hunian. Seluruh barang hasil razia kemudian diamankan untuk didata dan dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.
Selain penggeledahan, petugas juga melaksanakan tes urine terhadap sejumlah warga binaan sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
Bagus menegaskan operasi Halinar akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan untuk memperkuat pengawasan sekaligus memastikan lapas dan rutan tetap aman, tertib, serta bebas dari peredaran narkotika maupun penggunaan alat komunikasi ilegal.
Ia juga mengapresiasi dukungan aparat kepolisian dan TNI yang terlibat dalam operasi gabungan tersebut.
Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi langkah penting dalam mencegah masuknya barang terlarang dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta berintegritas.