Jakarta, Disway.id - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mempertimbangkan rekam jejaknya dalam menerapkan disiplin kerja, tata kelola organisasi, serta pengawasan program yang ketat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Nanik dinilai memiliki kapasitas untuk memastikan seluruh proses di lingkungan BGN berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan, termasuk dalam menjaga mutu makanan bagi para penerima manfaat program gizi nasional.
“Kedisiplinan di dalam menjalankan SOP-SOP, kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Menurut Prasetyo, Nanik dikenal sebagai sosok yang tegas dalam melakukan evaluasi maupun pengawasan terhadap pelaksanaan program. Karakter tersebut dianggap penting untuk memperkuat efektivitas dan akuntabilitas lembaga yang memiliki peran strategis dalam pemenuhan gizi masyarakat.
“Dalam evaluasi dan monitoring, beliau (Nanik) salah satu yang cukup, kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas,” ungkapnya.
Selain faktor kepemimpinan, pengalaman Nanik sebagai Wakil Kepala BGN dalam beberapa bulan terakhir juga menjadi pertimbangan utama. Presiden menilai Nanik telah memahami pola kerja, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi lembaga tersebut.
“Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Sehingga, kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional,” ucapnya.
Pemerintah berharap pengalaman dan gaya kepemimpinan Nanik dapat mempercepat proses pembenahan internal di BGN. Dalam menjalankan tugasnya, ia akan didampingi oleh dua wakil kepala baru untuk memperkuat koordinasi dan pelaksanaan program.
“Untuk kita minta ke beliau, yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru, untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan,” katanya.
Prasetyo juga memastikan bahwa pelantikan Nanik S. Deyang bersama dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal Trenggono, akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Namun, pemerintah memberikan ruang terlebih dahulu agar jajaran baru dapat fokus melakukan evaluasi dan penataan internal.
“Berkenaan dengan masalah pelantikan, kami agendakan pada minggu depan karena kita semua berpikir bahwa beliau pada hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan,” pungkas Prasetyo.