BNPB Bangun 50 Huntara untuk Korban Gempa Sigi

Rabu 24-06-2026,18:03 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

Sigi, Disway.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai merealisasikan pembangunan 50 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak gempa bumi di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Pembangunan huntara tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.

"Hari ini peletakan batu pertama pembangunan huntara di Desa Kamarora untuk tahap satu berjumlah 50 unit di Nokilalaki sesuai dengan daya yang tersedia hasil kajian instansi terkait," kata Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat ditemui di Lolu, dilansir Antara, Rabu (25/6/2026).

Menurut Rizal, hunian sementara akan dibangun di lahan milik masing-masing warga terdampak sehingga memudahkan masyarakat untuk tetap berada di lingkungan tempat tinggalnya selama masa pemulihan berlangsung.

Ia menjelaskan jumlah huntara yang dibangun saat ini masih bersifat sementara karena proses pendataan terus dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat terakomodasi.

"Data sementara ada 50 huntara dibangun, tapi semua data itu segera diupdate kembali," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan pembangunan huntara menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak gempa di wilayah tersebut.

"Sudah ada data By Name By Address dari Pemerintah Kabupaten Sigi melalui surat keputusan berita acara nama dan alamat penerima bantuan huntara tahap I," ucap Muhari melalui keterangan tertulis yang diterima di Sigi.

Ia menuturkan proses verifikasi dan validasi calon penerima bantuan untuk tahap berikutnya masih terus dilakukan agar penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran.

Menurut Muhari, selain pembangunan hunian sementara, pemerintah juga terus melaksanakan berbagai upaya penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat gempa.

"Jadi seluruh upaya penanganan darurat terus dilakukan pemerintah daerah bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD dan unsur terkait lainnya dalam perbaikan infrastruktur seperti pemasangan bronjong serta perbaikan jaringan air bersih di Nokilalaki," katanya.

Pendanaan pembangunan dan perbaikan infrastruktur tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk melalui skema bantuan yang disiapkan untuk percepatan pemulihan wilayah terdampak.

Berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Sigi hingga Selasa (23/6/2026) pukul 18.00 WITA, bencana tersebut telah mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 3.032 rumah warga. Dari jumlah itu, sebanyak 1.959 unit mengalami kerusakan ringan, 796 unit rusak sedang, dan 277 unit rusak berat.

Selain kerusakan bangunan, gempa juga menyebabkan korban jiwa dan luka-luka. Tercatat 14 warga mengalami luka berat, 78 orang luka ringan, serta tiga orang meninggal dunia.

Pemerintah daerah bersama BNPB dan instansi terkait terus mempercepat berbagai langkah penanganan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Sigi.

Kategori :