IMIP Serap 97 Ribu Pekerja, Ekonomi Sulteng Ikut Terdongkrak

Minggu 19-07-2026,18:51 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

Morowali, Disway.id - Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, terus mencatat pertumbuhan jumlah tenaga kerja. Hingga Juli 2026, jumlah pekerja aktif di kawasan industri tersebut mencapai 97.427 orang, meningkat drastis dibandingkan lima tahun lalu.

Direktur Komunikasi PT IMIP Emilia Bassar menjelaskan, total tenaga kerja itu terdiri atas 89.335 karyawan laki-laki dan 8.092 karyawan perempuan. Jumlah tersebut melonjak signifikan dibandingkan tahun 2020 yang masih berada di angka 35.592 pekerja.

"Jadi berdasarkan data Departemen HR PT IMIP per Juli 2026 mencatat, jumlah tenaga kerja aktif di IMIP mencapai 97.427 orang. Angka ini meningkat tajam dibandingkan lima tahun sebelumnya yang masih berada pada kisaran 35.592 orang pada tahun 2020," kata Emilia Bassar di Bahodopi, dilansir Antara, Minggu (19/7/2026).

Menurut Emilia, peningkatan jumlah tenaga kerja tersebut mencerminkan transformasi ketenagakerjaan sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah. Dalam kurun waktu Juni 2025 hingga Juli 2026, penyerapan tenaga kerja di IMIP meningkat sekitar 13,53 persen.

"Pertumbuhan industri di Morowali khususnya di IMIP mengalami perkembangan ketenagakerjaan secara signifikan di Sulteng. Dari Juni 2025 ke Juli 2026 serapan tenaga kerja naik 13,53 persen," sebutnya.

Ia menjelaskan, kenaikan jumlah pekerja berjalan seiring dengan bertambahnya investasi, peningkatan kapasitas produksi, serta hadirnya proyek-proyek industri baru di kawasan IMIP.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan formal di Sulawesi Tengah. Jumlah angkatan kerja formal meningkat dari 477,2 ribu orang pada Agustus 2023 menjadi 500,1 ribu orang pada 2024, kemudian kembali naik menjadi 525,8 ribu orang pada Agustus 2025.

"Tentunya tren ini memperlihatkan kontribusi sektor formal kian besar terhadap struktur ketenagakerjaan di Sulawesi Tengah," ucapnya.

Emilia menilai IMIP kini menjadi salah satu motor utama dalam menciptakan lapangan kerja formal di Sulawesi Tengah. Keberadaan kawasan industri tersebut juga dinilai mendorong perubahan struktur ekonomi daerah yang sebelumnya lebih didominasi sektor pertanian dan perikanan.

"Keberadaan industri pengolahan menjadi faktor penting dalam pergeseran pola ketenagakerjaan di Sulteng, yang dahulu lebih banyak ditopang sektor pertanian dan perikanan," kata Emilia.

Pada triwulan I 2026, sektor industri pengolahan di kawasan IMIP mencatat pertumbuhan tertinggi di Sulawesi Tengah, yakni sebesar 15,09 persen. Di periode yang sama, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tengah atas dasar harga berlaku mencapai Rp110,27 triliun, sedangkan PDRB per kapita Kabupaten Morowali pada 2024 telah menembus Rp1,3 miliar.

Pertumbuhan kawasan industri juga berdampak pada geliat usaha masyarakat di sekitar Bahodopi. Berdasarkan penelitian tim Survey and Research Departemen Secretariat and General Affair (SGA) PT IMIP, jumlah UMKM meningkat dari 4.697 unit pada 2021 menjadi 7.643 unit pada Maret 2025.

Meski jumlah unit usaha sedikit menurun menjadi 7.190 pada April 2026, penyerapan tenaga kerja justru bertambah hingga mencapai 17.080 orang.

"Jumlah unit usaha memang menurun menjadi 7.190 unit pada April 2026, jumlah tenaga kerja yang terserap justru meningkat menjadi 17.080 orang, jadi dinamika ini mencerminkan keberadaan industri pengolahan bukan hanya membuka peluang kerja dalam kawasan IMIP tetapi unit usaha yang bertahan justru tumbuh dan banyak menyerap SDM untuk bekerja," tuturnya.

Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan industri, PT IMIP terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi kompetensi, magang industri, hingga kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan vokasi.

Kategori :