Jelang HAN, Prabowo Perkuat Program SDM Unggul dari Kesehatan hingga Pendidikan

Rabu 22-07-2026,18:53 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

Jakarta, Disway.id – Menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli, pemerintah memperkuat berbagai program prioritas untuk mendukung tumbuh kembang anak Indonesia. Upaya tersebut mencakup peningkatan layanan kesehatan, perluasan akses pendidikan, hingga penyediaan lingkungan yang aman bagi anak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui berbagai program yang menyasar seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, memperoleh tempat tinggal layak, serta mengakses layanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas.

“Saya ingin menyampaikan bahwa pemerintah punya begitu banyak program untuk menyiapkan SDM unggul dan tangguh. Tidak ada yang tertinggal, yang di bawah desil-1 dan desil-2 juga dijamin aksesnya. Tapi di saat yang sama juga menyiapkan SDM yang kompetitif,” kata Pratikno dalam Konferensi Pers mingguan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Di sektor kesehatan, pemerintah terus memperluas layanan dasar melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG), pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD), penambahan dokter spesialis, hingga percepatan penanganan stunting, tuberkulosis, dan lepra.

“Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, kemudian juga pembangunan RSUD besar-besaran di banyak daerah, kemudian penambahan dokter spesialis, mulai dari pendidikan spesialis yang university-based maupun hospital-based dan juga kita terus-menerus mengupayakan untuk penurunan prevalensi stunting, penanganan penyakit tuberkulosis serta lepra,” imbuhnya.

Sementara di bidang pendidikan, pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas melalui penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin desil-1 dan desil-2. Pemerintah juga melanjutkan revitalisasi sekolah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

“Artinya untuk menjamin bahwa fasilitas sekolah menjadi baik, selain itu juga digitalisasi, distribusi IFP, interactive flat panel yang meluas di seluruh sekolah di Indonesia,” kata Pratikno.

Selain itu, pemerintah mengembangkan Sekolah Unggul Garuda untuk mencetak talenta di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta kepemimpinan. Di sisi lain, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) juga terus dipercepat, dengan target 100 sekolah dan 17 di antaranya mulai beroperasi pada tahun ajaran ini.

Tak hanya berfokus pada kesehatan dan pendidikan, pemerintah juga meningkatkan perlindungan anak melalui Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (Gernas RANA) yang mencakup ruang keluarga, sekolah, ruang publik, dan ruang digital.

Pratikno menegaskan, perlindungan terhadap kesehatan mental anak sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan gizi dan pendidikan.

“Anak-anak tidak hanya kita jamin nutrisinya saja, tapi kita juga jamin kesehatan mentalnya. Nah ruang aman dan nyaman itu menjadi penting, karena apakah kalau setiap hari terjadi kekerasan itu akan menimbulkan dampak trauma panjang bagi anak,” kata Pratikno.

Kategori :