Berbeda dengan proses bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) biasa, saat sel telur langsung dibuahi oleh sperma setelah diambil. Pada prosedur egg freezing, sel telur disimpan dalam kondisi 'lajang'.
Jika nantinya sel telur tersebut akan dipakai, harus melewati tahap agar sel tersebut cair dan dapat dibuahi dengan sperma.
"Langsung sel telurnya itu dibuka (diambil), disimpan di tempat penyimpanan khusus. Nah, itu nanti kalau misalnya mau dipakai sel telurnya, dicairkan, terus dibuahi dengan sperma, jadi embrio, baru dimasukin," bebernya.
Apakah Harus Menjalani Proses Bedah?
Bagi yang membayangkan prosedur ini menyeramkan dan harus melalui meja operasi besar, dr Luky menegaskan egg freezing tidak melibatkan proses pembedahan sama sekali.
Metode tindakannya hampir sama dengan IVF.
Pasien akan diminta melakukan suntik hormon setiap hari selama kurun waktu 9 hingga 10 hari. Hal ini berfungsi untuk menstimulasi pertumbuhan sel telur.
"Nanti kalau telurnya sudah gede-gede, disuntik pematang telur, dan 36 jam kemudian kita ovum pick-up (OPU) atau ambil telur," tutur dr Luky.
"Terus telur yang didapatkan itu di-freeze-in langsung atau dibekukan," lanjutnya.