Karhutla Meningkat, Sulteng Siapkan Alat Pemadam

Selasa 18-08-2026,14:50 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mulai memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok masyarakat yang berada di wilayah rawan.

Bantuan tersebut diberikan menyusul meningkatnya kejadian karhutla di sejumlah daerah Sulteng dalam beberapa bulan terakhir.

"Semoga bantuan ini bisa membantu kerja-kerja penanganan karhutla di lapangan," kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid di sela-sela peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Palu, dilansir Antara, Selasa (18/8/2026).

Sebanyak 36 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) menerima bantuan tersebut. Mereka tersebar di UPT Taman Hutan Raya (Tahura) dan 13 Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sulawesi Tengah.

Penyerahan secara simbolis dilakukan kepada MPA Lumbu Dolo dan UPT KPH Banawa Lalundu, Kabupaten Donggala.

Peralatan yang diberikan mencakup satu unit pompa air (ALKON) beserta selang, serta perlengkapan alat pelindung diri (APD) berupa baju antiaapi, sarung tangan, sepatu jungle boot, helm, dan masker scuba.

Selain itu, masing-masing penerima juga mendapatkan satu alat pemadam api ringan (APAR), alat semprot punggung, serta alat pemukul api.

33 Karhutla Terjadi Sepanjang 2026

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, sejak Januari hingga pertengahan Agustus 2026 telah terjadi 33 kasus karhutla.

Total area yang terdampak mencapai sekitar 240 hektare dan tersebar di Kabupaten Tojo Una-Una, Banggai, Parigi Moutong, Poso, serta Banggai Kepulauan.

Kasus terbesar tercatat pada akhir Maret 2026 di Kabupaten Parigi Moutong. Saat itu, terdapat 17 titik api yang tersebar di 17 desa dengan luas lahan terbakar mencapai 216 hektare.

Kebakaran tersebut melanda sejumlah area perkebunan yang ditanami durian, kakao, kelapa, cengkeh, dan pala.

Potensi karhutla juga sebelumnya mendapat perhatian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Untuk periode 9-15 Agustus 2026, BMKG memperkirakan tingkat kemudahan terjadinya karhutla di sejumlah wilayah Sulteng berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi.

“Kami sampaikan bahwa potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sulawesi Tengah saat ini berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi di sejumlah kabupaten/kota,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu Taufiq Hidayah.

Menurut Taufiq, kondisi tersebut dipengaruhi oleh suhu udara yang tinggi, tingkat kelembapan yang rendah, serta angin kencang. Faktor-faktor tersebut dapat membuat api lebih mudah menyebar ketika kebakaran terjadi.

Kategori :