Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena cabai merupakan komoditas yang mudah mengalami kerusakan. Komoditas ini tidak dapat disimpan dalam jumlah besar untuk waktu yang lama sehingga kelancaran pasokan dari daerah produksi sangat menentukan kestabilan harga.
Sebagai langkah lain untuk membantu masyarakat, Disperindag Sulteng juga menyiapkan pasar murah di sejumlah lokasi sepanjang September. Program tersebut akan digelar bersama pemerintah kabupaten dan kota.
Sebelumnya, kegiatan pasar murah telah dilaksanakan di Kabupaten Donggala, termasuk di Kecamatan Banawa dan Labuan.
Richard menyebut kenaikan harga cabai mulai terlihat pada September. Sebelumnya, sepanjang Agustus harga komoditas tersebut masih relatif stabil.
Di tengah lonjakan harga cabai, sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih terpantau normal. Harga beras, minyak goreng, dan gula masih berada dalam kondisi stabil dengan persediaan yang dinilai mencukupi.