Pemprov Sulteng Dorong Hilirisasi Tambang hingga Produk Jadi

Minggu 27-09-2026,22:06 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mendorong pengolahan komoditas pertambangan dilakukan secara menyeluruh di dalam negeri sehingga hasil tambang tidak lagi dipasarkan dalam bentuk mentah maupun setengah jadi. Hilirisasi hingga tahap akhir diperlukan untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas tambang, terutama nikel, sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah.

"Kalau nikel dan lain-lain, kita tidak melakukan lagi ekspor yang setengah jadi, tapi harus sudah jadi full. Karena kalau dia berada di mulut tambang dan berada di mulut industri, itu berbeda harga," kata Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido dilansir Antara, Minggu (27/9/2026).

Menurut Reny, pengembangan industri pengolahan di sekitar wilayah pertambangan menjadi salah satu langkah untuk memastikan nilai tambah komoditas tidak berhenti pada tahap produksi bahan baku.

"Skema hilirisasi pertambangan yang berjalan optimal harus dipastikan memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar, sekaligus membuka peluang lapangan kerja dan mendorong lahirnya ekosistem usaha pendukung di sekitar kawasan industri," sebutnya.

Ia mengatakan Pemprov Sulteng juga membuka peluang bagi investor yang ingin membangun industri pengolahan maupun menanamkan modal di daerah tersebut.

Namun, investasi yang masuk tetap harus mengikuti ketentuan perizinan dan tata kelola sesuai regulasi yang berlaku.

"Kami sangat terbuka kalau ada investor yang mau masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah. Kami tidak persulit, yang penting investor bisa melakukan hal-hal yang sesuai dengan aturan," ucapnya.

Berdasarkan data pemerintah daerah, saat ini terdapat 151 Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan 293 IUP Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLBB) di Sulawesi Tengah.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah menunjukkan perekonomian daerah tersebut pada triwulan II 2026 tumbuh 5,06 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi lapangan usaha, struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tengah masih ditopang industri pengolahan dengan kontribusi 44,37 persen.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 15,60 persen, sedangkan pertambangan dan penggalian berkontribusi sebesar 13,79 persen.

Dengan demikian, ketiga sektor utama tersebut secara kumulatif memberikan kontribusi 73,75 persen terhadap total perekonomian Sulawesi Tengah.

Tags :
Kategori :

Terkait