Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus mengoptimalkan program BERANI Sehat guna memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh wilayah, termasuk warga yang terkendala kepesertaan BPJS Kesehatan.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr Reny A Lamadjido menjelaskan, program tersebut dirancang untuk menjangkau tiga kelompok masyarakat di 12 kabupaten dan satu kota di Sulteng.
"Jadi program BERANI Sehat ini memang difokuskan pada tiga kelompok sasaran utama," kata Reny dikutip dari Antara, Jumat (2/10/2026).
Kelompok pertama yang menjadi sasaran adalah warga pemegang kartu BPJS Kesehatan yang kepesertaannya tidak aktif akibat tunggakan iuran. Sementara itu, kata dia, kelompok kedua mencakup masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Kementerian Sosial yang sebelumnya masuk dalam desil 1 hingga desil 4, tetapi kehilangan status kepesertaan setelah adanya penyesuaian data.
"Untuk kelompok ketiga adalah masyarakat yang sama sekali belum pernah memiliki kartu BPJS Kesehatan," ucapnya.
Reny menjelaskan, warga yang termasuk dalam ketiga kategori tersebut dapat mengajukan pemanfaatan program BERANI Sehat ketika membutuhkan layanan medis di fasilitas kesehatan. Masyarakat cukup menyampaikan kondisi kepesertaan mereka kepada petugas puskesmas atau rumah sakit agar dapat diproses melalui program tersebut.
"Apabila warga masuk ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit dan kartu BPJS nya tidak aktif, status PBI nya terhapus, atau belum punya BPJS sama sekali, warga cukup menyampaikan kepada petugas rumah sakit bahwa mereka ingin memanfaatkan program BERANI Sehat," katanya.
Setelah menerima laporan pasien, petugas fasilitas kesehatan akan memasukkan data yang bersangkutan ke dalam aplikasi Sehati untuk diproses lebih lanjut. Aplikasi tersebut dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai sarana pengelolaan sekaligus pemantauan data penerima layanan BERANI Sehat.
"Tenaga kesehatan di lokasi akan langsung menginput data pasien ke dalam aplikasi bernama Sehati," kata Reny.
Menurut Reny, aplikasi Sehati telah terhubung dengan empat instansi yang menangani bidang kesehatan, data sosial, administrasi kependudukan, serta kepesertaan jaminan kesehatan. Integrasi tersebut memungkinkan data pasien yang masuk menjadi dasar pemantauan pelayanan di fasilitas kesehatan mitra program BERANI Sehat.
"Data yang masuk melalui aplikasi Sehati kemudian menjadi bagian dari proses pemantauan pelayanan masyarakat pada fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan program BERANI Sehat," pugkasnya.
Untuk memastikan program berjalan sesuai sasaran, Pemprov Sulteng bersama BPJS Kesehatan terus melakukan pengawasan secara bertahap terhadap pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang memenuhi persyaratan bisa memperoleh layanan kesehatan sesuai ketentuan program.
“Melalui aplikasi Sehati, Pemprov dapat mengevaluasi secara real-time jumlah pasien yang terlayani di setiap faskes, sehingga kami memiliki data pasti mengenai 207.000 warga yang telah dibantu,” katanya.
Reny menambahkan, program BERANI Sehat juga mencakup warga yang tinggal di daerah terpencil maupun kawasan kepulauan. Selama wilayah tersebut memiliki fasilitas kesehatan yang telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan yang pembiayaannya ditanggung melalui program tersebut.
"Selama di lokasi tersebut terdapat fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, seluruh pembiayaannya ditanggung oleh BERANI Sehat," katanya.