Temukan 4.000 Rumah Tak Layak Huni di Donggala, Gubernur Anwar Hafid Prioritaskan Program Bedah Rumah
Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid.-Foto: Instagram/anwarhafid14-
Palu, Disway.id - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menegaskan komitmennya menekan angka kemiskinan dari persoalan paling mendasar yakni tempat tinggal yang layak. Hal itu disampaikannya usai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) bersama Pemerintah Kabupaten Donggala.
Dalam forum tersebut, ia mengaku menemukan fakta memprihatinkan terkait kondisi hunian warga.
“Dalam Rakerda bersama Pemkab Donggala, saya menemukan fakta bahwa ada lebih dari 4.000 keluarga masih tinggal di rumah tidak layak huni. Bagi saya ini bukan sekadar angka, melainkan panggilan untuk bergerak menekan kemiskinan dari akar persoalan,” ujar Anwar Hafid dikutip dari Instagramnya, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, rumah bukan hanya bangunan fisik, tetapi fondasi utama bagi tumbuhnya harapan dan kualitas hidup keluarga. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan menjadikan Program Rumah Layak Huni sebagai salah satu prioritas utama pembangunan.
“Saya pastikan Program Rumah Layak Huni jadi prioritas lewat kolaborasi APBD dan CSR, karena membangun rumah berarti membangun harapan dan masa depan masyarakat Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Anwar menambahkan, skema pembiayaan akan mengedepankan sinergi antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan rumah tidak layak huni, terutama di wilayah dengan akses transportasi yang masih terbatas.
Pernyataan Gubernur mendapat respons luas dari masyarakat. Sejumlah warga menyampaikan dukungan sekaligus harapan agar program tersebut benar-benar menyentuh daerah terpencil. Ada pula yang menyampaikan kondisi di beberapa dusun yang masih dihuni warga dengan atap daun dan rumah bantuan lama yang telah berusia puluhan tahun.
Menanggapi aspirasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan akan melakukan pendataan lebih detail dan verifikasi lapangan agar program tepat sasaran. Pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya menyelesaikan persoalan kemiskinan secara menyeluruh. Dengan hunian yang layak, diharapkan masyarakat dapat hidup lebih sehat, aman, dan produktif, sehingga roda perekonomian daerah turut bergerak maju.
Program Rumah Layak Huni pun diharapkan menjadi titik awal perubahan nyata bagi ribuan keluarga di Sulawesi Tengah yang selama ini menantikan kehadiran negara di tengah kehidupan mereka.
Sumber: