Sambut Nyepi 1948 Saka, Kemenag Poso Bagikan 200 Paket Takjil Lewat Aksi “Saka Boga Sevanam”
Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 yang diperingati pada 19 Maret 2026, Penyelenggara Hindu Kementerian Agama Kabupaten Poso menghadirkan kegiatan sosial.-Foto: Kemenag.go.id-
Palu, Disway.id - Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 yang diperingati pada 19 Maret 2026, Penyelenggara Hindu Kementerian Agama Kabupaten Poso menghadirkan kegiatan sosial bertajuk Saka Boga Sevanam. Melalui aksi tersebut, sebanyak 200 paket takjil dibagikan kepada masyarakat di sejumlah titik strategis di Kabupaten Poso, Minggu (1/3/2026) sore.
Kegiatan ini menyasar para pengendara dan pejalan kaki yang melintas. Aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Poso turut terlibat langsung dalam pembagian, mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Pendanaan kegiatan dihimpun secara swadaya, melibatkan staf Bimas Hindu, Guru Pendidikan Agama Hindu (PAH), tokoh masyarakat, hingga dukungan dari anggota DPRD setempat.
Penyelenggara Hindu Kemenag Poso, I Wayan Suartama, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengejawantahan nilai Saling Asah, Asih, dan Asuh dalam kehidupan bermasyarakat.
"Harapan kami, di Kabupaten Poso senantiasa terjalin kerukunan yang harmoni, baik sesama umat maupun antarumat beragama. Ini adalah wujud kasih kami kepada sesama masyarakat di Tanah Sintuwu Maroso," ujarnya dikutip, Selasa (3/3/2026).
Respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut terbilang positif. Warga menyambut pembagian takjil dengan antusias, menjadikannya bukan hanya sebagai bagian dari persiapan spiritual menyongsong Nyepi, tetapi juga simbol kuat bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk berbagi dan peduli.
Melalui momentum ini, Penyelenggara Hindu Kemenag Poso berharap nilai-nilai moderasi beragama semakin tumbuh dan mengakar, sehingga tercipta suasana yang damai serta inklusif bagi seluruh elemen masyarakat.
Istilah Saka Boga Sevanam sendiri memiliki makna filosofis. Secara etimologis, Saka berarti tiang atau sarana, Boga berarti makanan, dan Sevanam bermakna melayani. Secara keseluruhan, kegiatan ini dimaknai sebagai bentuk pengabdian melalui pelayanan berbagi makanan guna mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat Poso.
Sumber: