Prabowo Tegaskan Indonesia Non-Blok dan Tak Akan Bergabung Aliansi Militer

Prabowo Tegaskan Indonesia Non-Blok dan Tak Akan Bergabung Aliansi Militer

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri pengukuhan pengurus MUI periode 2025-2030 di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).-Foto: Istimewa-

Jakarta, Disway.id - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia tidak akan bergabung dalam aliansi militer mana pun dan akan terus menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Pernyataan ini disampaikannya dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg, yang terbit berjudul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis”.

“Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun,” ujar Prabowo, menekankan posisi Indonesia yang berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung pada kekuatan negara lain.

Ia menambahkan, pembangunan kekuatan pertahanan yang kuat menjadi prioritas agar negara siap menghadapi situasi kritis.

“Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun,” katanya.

Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia menjaga hubungan baik dengan seluruh negara tetangga dan mempertahankan postur militer yang defensif.

Terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang dibentuk Amerika Serikat, Presiden menjelaskan tujuan utamanya adalah mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).

“Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara,” terangnya.

Namun, rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini ditunda akibat meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Semua pembahasan terkait BoP sementara ditangguhkan.

Selain itu, Prabowo menyatakan kesediaannya menjadi mediator dalam penyelesaian konflik AS-Iran, yang menurutnya menimbulkan ketidakpastian global.

“Saran saya selalu mencari opsi damai,” tutup Prabowo, menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi.

Sumber: