Pemkot Palu Perkuat Pembangunan Kesehatan dan Layanan Publik untuk Wujudkan Kota Sehat Berkelanjutan
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palu, Irmayanti Petalolo, saat menghadiri rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit di Palu, Kamis (27/11/2025).-Foto: Antara-
Palu, Disway.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menegaskan komitmennya dalam memastikan pembangunan kesehatan berjalan efektif dan berkesinambungan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara kolektif di ibu kota Sulawesi Tengah.
“Kesehatan salah satu hak dasar yang harus diperoleh masyarakat. Maka pemerintah hadir untuk memenuhi kebutuhan itu melalui kebijakan daerah,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palu, Irmayanti Petalolo, saat menghadiri rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit di Palu seperti dilansir dari Antara, Kamis (27/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa dinamika penyakit, baik menular maupun tidak menular, semakin kompleks dipengaruhi mobilitas penduduk yang tinggi dan perubahan lingkungan. Karena itu, pembangunan kesehatan harus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor, perumusan strategi bersama, serta komitmen kolektif untuk menekan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Pembangunan kesehatan bukan hanya aspek infrastruktur, sarana, dan prasarana maupun pelayanan, tetapi secara menyeluruh sehingga derajat kesehatan masyarakat terjamin,” ujarnya.
Salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor yakni dengan melibatkan BPJS Kesehatan dalam perluasan jaminan kesehatan melalui jaminan kesehatan Nasional (JKN). Berdasarkan data Pemkot Palu, dari total penduduk sebanyak 389,96 ribu jiwa pada tahun 2024, hampir seluruhnya telah terlindungi JKN, dan pemerintah terus mempercepat cakupan tersebut.
Berkat komitmen itu, Pemkot Palu ditetapkan sebagai salah satu daerah penerima Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 yang akan diberikan pemerintah pusat pada Januari mendatang.
“Ini salah satu bentuk keseriusan pemda memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama warga pra sejahtera yang menjadi fokus perlindungan JKN melalui pembiayaan daerah,” tutur Irmayanti.
Ia juga menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan Kota Palu telah memperkenalkan layanan posyandu mobile atau posyandu bergerak sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Palu. Layanan ini menyediakan tenda dan berbagai peralatan kesehatan untuk menjangkau wilayah yang belum memiliki fasilitas posyandu.
“Kami berharap dengan adanya posyandu mobile, semakin banyak ibu-ibu yang membawa balita ke posyandu untuk mengecek kesehatan anak,” ucapnya.
Irmayanti menambahkan bahwa Kota Palu baru saja meraih penghargaan sebagai Kota Berkinerja Baik dalam percepatan penurunan stunting (tengkes), dan menjadi satu-satunya daerah di Pulau Sulawesi yang memperoleh penghargaan tersebut.
Sumber: