Rutan Donggala Dorong Warga Binaan Mandiri Lewat Program Ketahanan Pangan dan UMKM

Rutan Donggala Dorong Warga Binaan Mandiri Lewat Program Ketahanan Pangan dan UMKM

Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah mendorong warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas II B Donggala untuk mengoptimalkan program ketahanan pangan dan UMKM.-Foto: Antara-

Donggala, Disway.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah mendorong warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas II B Donggala untuk mengoptimalkan program ketahanan pangan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Jadi kami mengawasi dan memberikan bimbingan terkait program pembinaan terhadap warga binaan dalam program ketahanan pangan dan pengembangan UMKM,” kata Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ditjenpas Sulteng, Antonius Andry dikutip dari Antara, Sabtu (30/8/2025).

Antonius menjelaskan, pembinaan tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga pembekalan keterampilan nyata seperti kerajinan tangan, pelatihan keterampilan, hingga program perkebunan. Menurutnya, langkah ini penting agar warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan bekal positif.

“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan jajaran Rutan Donggala. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif memberikan bekal keterampilan yang nyata bagi warga binaan, sehingga mereka siap kembali ke masyarakat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil panen dari program ketahanan pangan dan produk UMKM warga binaan tidak hanya untuk kebutuhan internal, tetapi juga berpotensi dipasarkan ke masyarakat luas.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Donggala, Rusli Suryadi, menegaskan pentingnya strategi pemasaran agar produk hasil karya warga binaan memiliki daya saing.

“Ke depan memang perlu ada perhatian khusus dari Kementerian Hukum terkait pemasaran produk, seperti kerajinan tangan, agar benar-benar bisa bersaing di pasar,” ungkap Rusli.

Ia berharap bimbingan dari Kanwil Ditjenpas Sulteng menjadi masukan berharga untuk peningkatan kualitas pembinaan.

“Harapannya, melalui program ini warga binaan bisa memiliki penghasilan dan kemandirian ekonomi. Tujuan kami agar mereka menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat setelah bebas,” tegas Rusli.

Program ini diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga binaan, sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih baik.

Sumber: