6 Kecamatan di Donggala Ditetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

6 Kecamatan di Donggala Ditetapkan Status Tanggap Darurat Banjir

Bupati Donggala Vera Elena Laruni bersama unsur Forkopimda melakukan kunjungan ke lokasi terdampak bencana banjir di Desa Wani, Kecamatan Tanantovea.-Foto: ANTARA/HO-Pemkab Donggala-

Donggala, Disway.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah, resmi menetapkan status tanggap darurat bencana banjir di enam kecamatan yang terdampak cukup parah. Penetapan tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penanganan serta pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni menjelaskan, enam kecamatan yang masuk dalam status tanggap darurat meliputi Tanantovea, Labuan, Sindue, Rio Pakava, Banawa Tengah, dan Banawa.

"Jadi status tanggap darurat sudah kamia tetapkan agar seluruh proses penanganan dan perbaikan bisa dilakukan cepat tanpa hambatan, berlaku mulai 12 hingga 18 Januari 2026," kata Bupati Vera dilansir dari Antara, Selasa (13/1/2026).

Menurut Vera, penetapan status ini bertujuan agar seluruh unsur lintas sektor dapat bergerak bersama dalam menangani dampak banjir secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Ia juga menginstruksikan penanganan darurat segera dilakukan, khususnya di wilayah yang masih terisolasi akibat longsor dan kerusakan infrastruktur seperti jembatan yang terputus.

"Saya sudah perintahkan BPBD, Dinas PUPR, dan seluruh instansi terkait, bergerak cepat agar material longsor harus segera dibersihkan sehingga akses warga bisa kembali terbuka," ucapnya.

Vera mengungkapkan, terdapat dua wilayah yang saat ini menjadi fokus utama pemerintah daerah karena aksesnya masih terputus hingga kini.

"Jadi memang untuk Dusun Sisere di Desa Labuan Toposo dan Labuan Lumbubaka aksesnya masih terputus total, karena jembatan ambruk diterjang banjir," sebutnya.

Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah menyiapkan pembangunan jembatan sementara di Desa Labuan Kungguma. Jembatan tersebut direncanakan menggunakan batang kayu kelapa sepanjang 25 meter, mengingat ketersediaan jembatan Bailey di tingkat provinsi saat ini tidak ada.

"Penting memang segera pembangunan jembatan darurat ini agar aktivitas dan mobilitas warga bisa segera pulih," kata dia.

Selain itu, dilaporkan sebanyak 11 desa terdampak banjir di wilayah Donggala. Desa-desa tersebut antara lain Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Wani Lumbumpetigo di Kecamatan Tanantovea. Sementara di Kecamatan Sindue, banjir melanda Desa Amal Dusun Maliko, Toaya, Kumbasa, Enu, Lero, dan Sumari. Adapun di Kecamatan Labuan, banjir menerjang Desa Labuan Toposo Dusun Sisere.

Sumber: