ASN Donggala Galang Dana Rp300 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera
Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sukses mengumpulkan donasi sebesar Rp300 juta dari aparatur sipil negara (ASN) dalam rangkaian peringatan malam pergantian tahun 2026.-Foto: Antara-
Donggala, Disway.id - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sukses mengumpulkan donasi sebesar Rp300 juta dari aparatur sipil negara (ASN) dalam rangkaian peringatan malam pergantian tahun 2026. Dana tersebut akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni mengatakan, kepedulian dan solidaritas kemanusiaan menjadi hal utama, khususnya bagi saudara-saudara yang tengah menghadapi musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Tentunya solidaritas antarsesama manusia sangat penting untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, apalagi saat Sulawesi Tengah khususnya Pasigala dilanda bencana gempa bumi, dan likuifaksi 2018 silam warga Aceh, dan Sumatera banyak memberikan bantuan kepada kita,” kata Vera dikutip dari Antara, Minggu (4/1/2026).
Ia pun mengajak seluruh PNS dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Donggala agar terlibat aktif dalam aksi penggalangan dana bertajuk Charity for Aceh dan Sumatera.
“Jadi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar. Saya menginstruksikan ASN di Donggala untuk ikut mendonasikan uang sebesar Rp20.000 per orang bagi saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera,” ucapnya.
Vera menambahkan, ajakan berdonasi tersebut tidak hanya ditujukan bagi ASN, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin berpartisipasi membantu meringankan beban para korban bencana.
“Alhamdulillah kegiatan penggalangan dana untuk korban banjir ini juga dirangkaikan dengan doa bersama lintas agama yang diikuti unsur Forkopimda sebagai simbol solidaritas spiritual bagi seluruh korban bencana di Aceh dan Sumatera,” sebutnya.
Dari rangkaian kegiatan malam tahun baru tersebut, total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp300 juta. Pengumpulan dana dilakukan melalui berbagai cara, baik secara digital menggunakan QRIS maupun metode konvensional.
“Melalui festival ini, pemerintah daerah menunjukkan perayaan akhir tahun tidak hanya tentang hiburan, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan empati, solidaritas, dan kepedulian kemanusiaan,” kata dia.
Sumber: