ITB Siap Garap Potensi Sulteng: Dari Kuliah Gratis hingga Solusi Krisis Air dan Bencana
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid membuka peluang kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan riset daerah. -Foto: sultengprov.go.id-
Palu, Disway.id - Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Tatacipta Dirgantara menyatakan apresiasinya atas inisiatif kerja sama yang dijajaki tersebut. Ia menegaskan komitmen ITB untuk merepresentasikan Indonesia secara utuh melalui keterlibatan mahasiswa dari seluruh daerah, termasuk dari Sulawesi Tengah (Sulteng).
Selama ini, ITB secara aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pemerintah daerah dalam kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat. Sejumlah program telah dijalankan, mulai dari penyediaan akses air bersih di kawasan Indonesia timur hingga kajian dan penanganan kebencanaan.
"Di Sulawesi Tengah banyak potensi terkait perikanan, sumber daya alam, dan pengembangan ekonomi. Kami bersedia berkontribusi sesuai keilmuan kami," kata Tatacipta dikutip, Rabu (14/1/2026).
Selain itu, Tatacipta juga menekankan pentingnya pendampingan dalam perencanaan tata ruang, khususnya yang berkaitan dengan wilayah rawan bencana. Ia mendorong agar pola kerja sama tidak hanya berhenti pada pembentukan kelas khusus, tetapi melibatkan lintas disiplin ilmu seperti Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, pengembangan program magister profesional, hingga peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano, menegaskan kesiapan kampusnya untuk menerima mahasiswa asal Sulteng. Salah satu jalurnya melalui program seleksi siswa unggul yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Ia juga menyampaikan bahwa program metalurgi internasional ITB telah bermitra dengan institusi di Australia, serta menjalin kolaborasi dengan sektor industri di Morowali dan Dekan Teknik Universitas Tadulako.
Ketua Satgas Penyelesaian Konflik Agraria (PKA) turut memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid yang dinilai sebagai “berkah” bagi masyarakat Sulteng karena membuka akses pendidikan tinggi secara gratis. Ia juga mengingatkan adanya dampak lingkungan dari aktivitas industri ekstraktif, sekaligus menyoroti peluang penerapan teknologi desalinasi air laut untuk menjawab persoalan krisis air bersih di wilayah seperti Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sulteng, Sandra Tobondo, berharap pertemuan tersebut segera ditindaklanjuti dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan ITB. Menurutnya, koordinasi dengan BRIN nasional telah dilakukan, khususnya terkait pengembangan sektor industri, pangan, dan kebencanaan, termasuk peluang penyelarasan Pusat Agraria ITB dengan agenda penyelesaian konflik agraria di tingkat provinsi bersama mitra internasional seperti JICA.
Sebagai hasil akhir pertemuan, disepakati bahwa rencana kerja sama akan segera ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan BAPPEDA Sulawesi Tengah dalam waktu dekat. Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi kolaborasi strategis yang berkelanjutan demi kemajuan pendidikan, riset, dan pembangunan di Sulawesi Tengah.
Sebelumya, Gubernur Sulteng Anwar Hafid menggelar pertemuan dengan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Tatacipta Dirgantara, beserta jajarannya di Jakarta, Rabu 14 Januari 2026. Pertemuan ini dihadiri Ketua Satgas Penyelesaian Konflik Agraria (PKA) Akris Fattah Yunus, Ketua Harian PKA Eva Bande, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sulteng, Sandra Tobondo dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanzah DP
Pertemuan tersebut bertujuan menjalin sinergi antara Pemprov Sulteng dengan salah satu perguruan tinggi teknik terkemuka di Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia (SDM), pembangunan.
Sumber: