Rutan Donggala Gandeng PKBM untuk Buka Akses Pendidikan bagi Warga Binaan
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Donggala terus memperkuat komitmennya dalam memenuhi hak dasar warga binaan, khususnya di bidang pendidikan.-Foto: ditjenpas.go.id-
Donggala, Disway.id - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Donggala terus memperkuat komitmennya dalam memenuhi hak dasar warga binaan, khususnya di bidang pendidikan. Rutan Donggala resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nosarara Nosabatutu terkait penyelenggaraan pendidikan nonformal bagi warga binaan.
Kerja sama tersebut difokuskan pada pelaksanaan program pendidikan kesetaraan dan keaksaraan bagi warga binaan melalui jalur pendidikan nonformal.
Penandatanganan PKS ini menjadi bagian penting dalam implementasi program pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan. Melalui program tersebut, warga binaan akan mendapatkan fasilitas pembelajaran mulai dari pengentasan buta aksara hingga program kejar paket secara terstruktur.
Kepala Rutan Donggala, Rusli Suryadi menegaskan bahwa pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan menjadi prioritas yang harus diwujudkan secara serius.
"Pendidikan adalah hak dasar yang tidak boleh terputus meskipun mereka sedang menjalani masa pidana di Rutan. Kami berharap ilmu dan ijazah kesetaraan yang didapatkan nanti menjadi bekal nyata agar mereka siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang jauh lebih baik," harap Rusli yang dilansir ditjenpas.go.id, Jumat (22/5/2026).
Ketua PKBM Nosarara Nosabatutu, Mukhlis turut menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menegaskan kesiapan pihaknya dalam memberikan pendampingan dan pengajaran maksimal bagi warga binaan.
"Pendidikan adalah jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi siapa saja tanpa terkecuali. Kami siap memberikan pendampingan dan pengajaran yang maksimal, baik untuk program keaksaraan maupun kejar paket. Harapan kami, saudara-saudara kita di sini tidak hanya sekadar memperoleh ijazah kesetaraan secara legal formal, tetapi juga sungguh-sungguh mendapatkan ilmu bermanfaat sebagai modal berharga saat mereka kembali berkarya di masyarakat nanti," tuturnya.
Langkah yang dilakukan Rutan Donggala tersebut juga sejalan dengan arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan yang mendorong terbentuknya kerja sama dengan PKBM di lingkungan rutan maupun lapas.
Menurutnya, pembinaan terhadap warga binaan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pengembangan kapasitas intelektual.
"Pemasyarakatan harus memastikan bahwa setiap Warga Binaan tetap memiliki akses terhadap pendidikan. Pendidikan adalah kunci perubahan dan fondasi utama agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan bekal pengetahuan dan keterampilan. Dengan adanya peran PKBM, proses pembelajaran menjadi lebih tertata, legal, dan memastikan hak pendidikan Warga Binaan benar-benar terlaksana dengan baik,” terang Bagus.
Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan dokumen kerja sama antara pihak Rutan Donggala dan PKBM Nosarara Nosabatutu. Program ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri selama menjalani masa pembinaan.
Sumber: