Masa Transisi Darurat Usai, Pemprov Sulteng Genjot Pemulihan Pasca Gempa Sigi!

Masa Transisi Darurat Usai, Pemprov Sulteng Genjot Pemulihan Pasca Gempa Sigi!

Wagub Sulteng Reny A Lamadjido.-Foto: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng-

Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) memfokuskan program percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Sigi setelah masa transisi darurat resmi berakhir pada 31 Juli 2026. Penanganan intensif dialihkan ke tahap rehabilitasi serta rekonstruksi jangka panjang.

Meskipun aktivitas secara bertahap kembali normal, Pemprov Sulteng menjamin pendampingan untuk wilayah terdampak tidak akan dihentikan.

"Kita kembali ke kondisi normal. Namun, kami tetap melakukan pemantauan dan evaluasi, khususnya di Kabupaten Sigi. Apabila ada hal-hal yang perlu dikoordinasikan, pemerintah provinsi tetap siap berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten," kata Wakil Gubernur Sulteng Reny A Lamadjido dilansir Antara, Senin (3/8/2026).

Langkah ini diambil mengingat Sigi menjadi wilayah dengan dampak kerusakan paling parah pascamusibah gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang kawasan tersebut pada 16 Juni 2026. Prioritas utama kini menyasar penyelesaian hunian sementara (huntara) hingga perbaikan fasilitas publik.

Dampak Gempa: Ribuan Bangunan Rusak dan Puluhan Fasum Hancur

Data Satuan Tugas Penanganan Bencana merinci musibah tersebut berdampak pada 9.633 jiwa (4.009 KK), dengan korban meninggal dunia tiga orang, 14 luka berat, dan 78 luka ringan.Kerusakan fisik yang ditimbulkan tercatat mencapai ribuan unit bangunan warga dan fasilitas umum.

"Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama memastikan masyarakat terdampak, dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan lebih baik," pesannya.

Rincian Kerusakan Fasilitas di Kabupaten Sigi

Kategori Fasilitas Jumlah Terdampak
Rumah Warga 3.439 unit (1.989 rusak ringan, 1.191 rusak sedang, 280 rusak berat)
Rumah Ibadah 110 unit (29 masjid dan 81 gereja)
Gedung Perkantoran 19 unit (termasuk Kantor Bupati Sigi)
Gedung Sekolah 35 bangunan
Fasilitas Kesehatan 10 unit Puskesmas
Lainnya 2 rumah adat & 2 jaringan air bersih

Sumber: