280 UMKM Kuliner Sulteng Dapat Sertifikat Halal Gratis
Aspek Sulteng memfasilitasi penerbitan sekitar 280 sertifikat halal tanpa biaya bagi pelaku UMKM sektor kuliner.-Foto: Antara-
Palu, Disway.id - Asosiasi Pedagang Kuliner (Aspek) Sulawesi Tengah (Sulteng) memfasilitasi penerbitan sekitar 280 sertifikat halal tanpa biaya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kuliner. Program tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas sekaligus daya saing produk kuliner lokal, terutama dalam membangun kepercayaan konsumen.
Ketua Umum Aspek Sulteng Bino AJ mengatakan ratusan sertifikat halal tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-2 Aspek Sulteng di Palu, dilansir Antara, Sabtu (9/8/2026).
“Untuk sore ini yang dibagikan sekitar 280-an. Itu kita berikan secara gratis tanpa ada biaya apa pun,” kata Bino.
Menurut Bino, program fasilitasi sertifikasi halal telah dijalankan Aspek selama kurang lebih lima bulan. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu pelaku UMKM kuliner memenuhi standar sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dijual.
Aspek Sulteng juga terus mendorong pelaku usaha yang belum memiliki sertifikat halal agar segera mendaftarkan usahanya. Asosiasi akan memberikan pendampingan selama proses pengurusan sertifikasi.
Bino menjelaskan, program tersebut sejauh ini masih dilaksanakan secara mandiri oleh Aspek. Karena itu, pihaknya berharap dukungan dan kerja sama dengan pemerintah, baik Pemerintah Kota Palu maupun Pemerintah Provinsi Sulteng, dapat diperkuat ke depan.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah dalam berbagai aspek akan membantu pelaku usaha kuliner mengembangkan bisnis sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Aspek juga berharap komunikasi dengan pemerintah semakin terbuka, termasuk dalam pembahasan kebijakan yang bersentuhan langsung dengan pelaku usaha, salah satunya terkait perpajakan.
“Kami berharap kepada pemerintah ke depan untuk bisa berkomunikasi yang lebih baik dengan asosiasi,” ujarnya.
Bino menilai komunikasi yang intensif antara pemerintah dan pelaku usaha akan memudahkan kedua pihak mencari solusi yang tepat. Dengan begitu, kebijakan pemerintah tetap dapat berjalan tanpa menghambat keberlangsungan UMKM kuliner.
Ia menambahkan, sektor kuliner memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian Kota Palu. Pertumbuhan usaha kuliner tidak hanya membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berwirausaha, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak menyerap tenaga kerja lokal.
Setelah berdiri sekitar dua tahun, Aspek Sulteng kini memiliki sekitar 700 anggota yang telah terdata secara riil. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah agar asosiasi semakin kuat menjadi wadah bagi pelaku usaha kuliner.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng Rudi Dewanto menilai keberadaan Aspek memberikan manfaat lebih luas bagi pengembangan sektor kuliner.
Menurutnya, Aspek bukan sekadar organisasi yang menghimpun pedagang kuliner, tetapi juga dapat menjadi sarana memperluas jejaring dan membuka peluang usaha baru.
Sumber: