Banjir Parigi Moutong, Kementerian PU Gerak Cepat Turunkan Alat Berat
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.-Foto: ANTARA/HO-BPBD Sulteng-
Parigi Moutong, Disway.id – Banjir melanda Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, setelah hujan deras menyebabkan Sungai Morongi meluap.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu langsung mengambil langkah penanganan untuk memastikan dampak banjir tidak mengganggu aktivitas masyarakat dalam waktu lama.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, kesiapan personel dan peralatan di lapangan menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana yang terjadi di sejumlah daerah.
"Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait agar penanganan berjalan cepat," ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (29/8/2026).
Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi meningkatkan debit Sungai Morongi hingga meluap ke kawasan permukiman dan badan jalan.
Data Pos Curah Hujan Toboli mencatat curah hujan mencapai 96,9 milimeter per hari pada 25 Agustus 2026.
Dampak banjir dirasakan warga di sejumlah titik. Di Dusun 2, sebanyak 28 kepala keluarga atau sekitar 100 jiwa terdampak. Sementara di kawasan Perumahan Nelayan, terdapat 40 kepala keluarga yang juga terdampak.
Bencana tersebut turut menyebabkan 55 bangunan terendam dan 12 bangunan lainnya mengalami kerusakan.
Tidak hanya permukiman, banjir juga merusak pagar sebuah pabrik durian. Material berupa kayu dan lumpur bahkan menutup Jalan Trans Sulawesi sepanjang sekitar 500 meter.
Merespons kondisi tersebut, BWS Sulawesi III Palu berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC), Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sulawesi Tengah serta pemerintah desa.
Sejumlah peralatan telah disiapkan untuk mempercepat proses penanganan. BWS Sulawesi III Palu menyiagakan excavator, trailer, pompa hingga bahan banjiran yang dapat digunakan sewaktu-waktu.
Tim Satgas Bencana BWS Sulawesi III Palu juga diterjunkan ke lokasi. Mereka melakukan pendataan kondisi infrastruktur sekaligus mendukung penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, BPBPK Sulawesi Tengah dijadwalkan mengirimkan dua Mobil Tangki Air (MTA) untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak.
Kondisi banjir saat ini dilaporkan telah surut. Kendati demikian, Kementerian PU bersama pemerintah daerah dan instansi terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi Sungai Morongi serta infrastruktur yang terdampak.
Sumber: