Inkubasi Pabeta 2026 Dorong UMKM Sulteng Naik Kelas

Inkubasi Pabeta 2026 Dorong UMKM Sulteng Naik Kelas

Pemprov Sulteng terus mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing melalui program Inkubasi Pabeta 2026.-Foto: ANTARA/HO-PPID Dinkop UKM Sulteng-

Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing melalui program Inkubasi Pabeta 2026.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah Sumarno mengatakan program tersebut dirancang sebagai wadah bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pembinaan, pendampingan, serta penguatan kapasitas bisnis.

“Kehadiran Inkubasi Pabeta diharapkan dapat menjadi ruang tumbuh yang membimbing setiap usaha agar bisa bertahan, berkembang sehat, dan berdaya saing tinggi,” kata Sumarno di Palu, dilnsir dari Antara, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah. Namun, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi persoalan ketika ingin mengembangkan bisnisnya, mulai dari keterbatasan kemampuan manajerial hingga pemahaman terhadap kondisi pasar.

Tidak sedikit usaha yang akhirnya berhenti di tengah jalan karena belum memiliki sistem pengelolaan bisnis yang jelas. Karena itu, Inkubasi Pabeta tidak sekadar memberikan materi pembelajaran, tetapi juga menghadirkan pendampingan agar peserta dapat mengelola usahanya secara lebih profesional.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas daerah “Berani Harmoni”, terutama dalam mendorong pelaku UMKM berbasis komoditas unggulan daerah agar mampu meningkatkan skala bisnis dan memperluas jaringan pemasaran.

“Pelaku usaha diharapkan lebih siap melakukan pengembangan atau scale up usaha, termasuk dalam mengakses pasar yang lebih luas,” ujar dia.

Sumarno menjelaskan Inkubasi Pabeta 2026 berlangsung selama empat bulan, mulai Juli hingga November 2026. Selama program, peserta mengikuti kegiatan dengan total 636 jam pelajaran (JPL).

Proses pembelajaran dilakukan melalui pertemuan tatap muka dan daring. Pemprov Sulteng turut melibatkan tenaga ahli di bidang inkubasi serta praktisi kewirausahaan untuk memberikan materi dan pendampingan kepada peserta.

Antusiasme pelaku usaha terhadap program tersebut cukup tinggi. Dari 93 pendaftar, sebanyak 50 orang dinyatakan lolos seleksi awal. Setelah melalui tahapan verifikasi, jumlah peserta yang ditetapkan menjadi 26 orang yang berasal dari 12 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Para peserta kemudian mendapatkan pendampingan melalui tiga fase utama, yakni pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi.

Pada tahap pra-inkubasi, peserta mengikuti workshop bisnis dan onboarding tenant. Tahap ini juga mencakup penilaian terhadap kesiapan bisnis masing-masing peserta sebelum memasuki proses pembinaan yang lebih intensif.

Memasuki tahap inkubasi, peserta mendapatkan mentoring terkait manajemen mutu dan produksi. Mereka juga mengikuti kunjungan ke lokasi usaha serta business matching yang diarahkan untuk membuka peluang kerja sama dan memperluas akses pasar.

Adapun tahap pasca-inkubasi diisi dengan workshop penguatan bisnis, evaluasi hasil program, hingga proses graduasi dan pemberian penghargaan kepada tenant.

Sumber: