Sabtu 15-08-2026,13:19 WIB
Reporter:
Mihardin|
Editor:
Mihardin
Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) berupaya mengakselerasi distribusi tenaga medis di berbagai pelosok wilayah melalui penguatan Program Berani Cerdas, khususnya lewat skema beasiswa dan pembiayaan studi spesialisasi.
"Setiap saya berkunjung ke daerah, terutama daerah terjauh seperti Kabupaten Banggai Laut dan Banggai Kepulauan, kebutuhan akan dokter spesialis sangat mendesak," kata Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny Arniwaty Lamadjido di Kota Palu, dilansir Antara, Sabtu (15/8/2026).
Guna merespons kebutuhan mendesak tersebut, Pemprov Sulteng berkolaborasi dengan Universitas Tadulako beserta instansi relevan lainnya dalam mengeksekusi Program Berani Cerdas yang dispesifikasikan untuk mencetak lebih banyak dokter spesialis.
Tokoh yang pernah menjabat sebagai Penasihat IDI Sulteng kurun 2018–2021 ini mendorong agar eksekusi kerja sama bersama perguruan tinggi mitra dapat dipercepat pada tahun berjalan. Langkah ini penting agar daya serap anggaran dana pendidikan spesialis dalam Berani Cerdas dapat teralokasikan secara maksimal.
"Kalau bisa kita lakukan tahun ini, maka dana untuk program Berani Cerdas bidang pendidikan dokter spesialis ini dapat dimanfaatkan secara maksimal," ujarnya penasihat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulteng periode 2018-2021 ini.
Kemitraan strategis ini disambut positif oleh unit fakultas terkait di Universitas Tadulako. Bila saat ini skema Beasiswa Berani Cerdas baru mencakup bidang ilmu bedah dan penyakit dalam, ke depannya pemprov berencana memperluas cakupan ke spesialisasi kebidanan serta penyakit kandungan.
Rencana ekspansi cakupan studi tersebut didasari oleh keterbatasan ketersediaan tenaga medis yang memiliki keahlian di sektor kesehatan reproduksi dan persalinan.
"Ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan tenaga medis yang memadai, terutama dalam mengantisipasi berbagai situasi kedaruratan di lapangan," kata dia.
Inisiatif ini melengkapi rangkaian agenda strategis Berani Cerdas yang digagas Pemprov Sulteng demi mewujudkan kesetaraan akses pendidikan, yang mencakup fasilitas sekolah bebas biaya, paket perlengkapan sekolah seperti sepatu dan seragam, pembebasan biaya SPP, hingga bantuan studi tingkat tinggi bagi mahasiswa dari latar belakang ekonomi terbatas.