Tak Hanya SMK, Sulteng Perluas Bantuan Pendidikan hingga S3
Mahasiswa penerima Program Beasiswa Berani Cerdas tidak diperbolehkan menerima bantuan pendidikan lebih dari satu sumber secara bersamaan.-Foto: Antara-
Palu, Disway.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menyiapkan anggaran sekitar Rp21,56 miliar pada 2026 untuk mendukung pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Praktik Kerja Industri (Prakerin) bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).
Kepala Dinas Pendidikan Sulteng Firmanzah mengatakan anggaran tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan vokasi sekaligus mempersiapkan lulusan SMK agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Untuk siswa SMK melalui pembiayaan UKK dan Prakerin, anggarannya pada 2025 mencapai sekitar Rp39,95 miliar dan pada 2026 sebesar Rp21,56 miliar,” kata Firmanzah di Palu, dilansir dari Antara, Senin (14/9/2026).
Menurut dia, pembiayaan UKK dan Prakerin diharapkan dapat membantu siswa mendapatkan pengalaman praktik sekaligus mengukur kompetensi yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan di sekolah.
Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Kurang Mampu
Program dukungan pendidikan Pemprov Sulteng tidak hanya diarahkan kepada siswa SMK. Pemerintah daerah juga memberikan bantuan bagi peserta didik dari keluarga dengan kondisi ekonomi lemah yang masuk dalam desil 1 hingga 5.
Untuk bantuan pembayaran SPP, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp1,09 miliar pada 2025. Anggaran tersebut meningkat menjadi sekitar Rp1,75 miliar pada 2026.
Sementara itu, Beasiswa Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa juga mendapat tambahan anggaran. Pada 2025, program tersebut memperoleh sekitar Rp4,34 miliar dan meningkat menjadi Rp4,52 miliar pada 2026.
Dukungan pendidikan juga diperluas hingga jenjang perguruan tinggi. Pemprov Sulteng menyiapkan beasiswa untuk 100 penerima jenjang S2, 20 penerima jenjang S3, serta 10 orang untuk pendidikan dokter spesialis.
Selain beasiswa tersebut, pemerintah daerah menyediakan bantuan penyelesaian studi bagi 300 orang.
Anggaran Pendidikan Guru Ikut Naik
Firmanzah mengatakan perhatian pemerintah juga mencakup peningkatan kapasitas guru, aparatur sipil negara (ASN), dan pendidik profesi.
Anggaran untuk program tersebut meningkat dari sekitar Rp1,85 miliar pada 2025 menjadi Rp5,23 miliar pada 2026.
"Pemerintah provinsi juga mendukung penyediaan sarana dan prasarana melalui perbaikan dan peningkatan fasilitas pendidikan berbasis digital bagi SMA dan SMK dengan alokasi sekitar Rp480 juta pada 2025 dan Rp430 juta pada 2026," ujarnya.
Sumber: