Festival Literasi Sulteng 2026 Jadi Wadah Perkuat SDM
Budaya membaca.-Foto: Antara-
Palu, Disway.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan ialah melalui pelaksanaan Festival Literasi Sulawesi Tengah 2026.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Tengah Siti Rachmi Amir Singi mengatakan festival tersebut menjadi bagian dari implementasi program strategis daerah Berani Cerdas.
Menurut Siti, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, komunitas, dan kalangan akademisi melalui pameran, perlombaan, serta forum diskusi.
"Festival ini dilaksanakan secara kolaboratif antara pemerintah, komunitas, akademis melalui ruang pameran, kompetisi dan forum diskusi untuk meningkatkan minat baca serta memantik ketangguhan, keberanian berinovasi dan daya kritis generasi muda," kata Siti Rachmi di Palu, dilansir dari Antara, Senin (14/9/2026).
Perkuat Enam Literasi Dasar
Siti menilai penguatan budaya literasi memiliki peran penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan ketangguhan generasi muda. Hal itu semakin dibutuhkan di tengah perkembangan teknologi digital yang menghadirkan tantangan sekaligus perubahan dalam proses belajar.
"Jadi festival ini mengombinasikan enam literasi dasar, mulai dari baca-tulis, sains, digital, hingga kearifan lokal Bumi Tadulako," ucapnya.
Ia berharap seluruh masyarakat dapat memperoleh akses terhadap pendidikan dan ruang pembelajaran tanpa terkecuali. Menurutnya, kesempatan belajar harus tetap terbuka agar tidak ada anak yang terpaksa berhenti sekolah, berhenti berkarya, maupun meninggalkan cita-citanya.
"Harapannya seluruh pemangku kepentingan dapat memanfaatkan ruang kolaborasi melalui festival literasi ini secara maksimal untuk mendorong tingkat kegemaran membaca dan indeks pembangunan manusia di Sulawesi Tengah," sebutnya.
Diisi Beragam Kompetisi
Festival Literasi Sulteng 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif dan kolaboratif yang melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan serta unsur masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut antara lain lomba bertutur tingkat sekolah dasar (SD) yang diikuti perwakilan dari 13 kabupaten/kota, lomba resensi buku tingkat SMA/SMK, dan kompetisi video bagi para kreator konten.
Selain itu, festival juga menggelar lomba dero kreasi serta pameran partisipatif yang melibatkan perpustakaan daerah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Festival Literasi Sulteng 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian berinovasi.
Sumber: